JAKARTA – Iran tidak akan menghentikan pengayaan atau menyerahkan urainumnya, lapor media pemerintah pada Hari Kamis – mengutip Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami – setelah Amerika Serikat menyatakan Iran harus melakukan pengurangan “yang berarti” terhadap kapasitas pengayaannya.
Menepis ancaman baru AS terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai hal yang “bukanlah sesuatu yang baru”, Eslami mengatakan pengayaan merupakan “bagian tak terpisahkan” dari proses nuklir.
Pernyataan Eslami muncul di tengah pertukaran proposal antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi global yang vital.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan pada Hari Kamis, Iran dapat memberikan tanggapan dalam beberapa hari terhadap respons AS atas proposal Iran, yang memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi.
“Pengayaan adalah bagian integral dari proses nuklir, dan kami tidak akan meninggalkannya dengan cara apa pun. Bagaimana Anda bisa mengklaim memiliki industri nuklir jika Anda tidak memiliki titik awal dari proses tersebut? Industri nuklir adalah penggerak ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Eslami, melansir Al Arabiya dari Reuters (9/10).
Presiden Donald Trump kemudian mengatakan pada Hari Kamis, Amerika Serikat sedang melakukan diskusi produktif dengan Iran dan tidak akan melancarkan serangan apa pun sebelum pemilihan umum sela Kongres AS pada Bulan November.
Diketahui, Israel, AS, dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir, termasuk dengan menyoroti langkah Iran memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen, jauh melampaui kebutuhan untuk penggunaan sipil dan mendekati tingkat 90 persen yang diperlukan untuk pembuatan senjata.
Sementara, Negeri Para Mullah membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Pihak berwenang Iran menyatakan Tehran dapat menyetujui pengenceran uraniumnya yang memiliki tingkat pengayaan tertinggi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
