TAPANULI SELATAN – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot menyatakan persoalan administrasi proyek PLTA Batang Toru di Sumatera Utara telah selesai. Denda yang dikenakan kepada pengembang sudah dibayar dan garis polisi juga telah dicabut.
“Secara permasalahan administrasi, ini sudah bisa diselesaikan. Tidak ada lagi permasalahan yang terkait dengan denda dan sanksi, termasuk police line yang sudah dicabut,” kata Yuliot saat meninjau Bendungan Air PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, dikutip dari Antara, Jumat, 9 Oktober.
PLTA Batang Toru dikembangkan PT North Sumatera Hydro Energy atau NSHE.
Yuliot mengatakan perusahaan sebelumnya dikenai denda sekitar Rp200 miliar oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
“Atas pengenaan denda sekitar Rp200 miliar yang dikenakan Kementerian Lingkungan Hidup, itu kan sudah diselesaikan, dibayar. Berarti persoalannya selesai,” ujarnya.
Selain itu, PT NSHE juga dikenai denda sekitar Rp74 miliar oleh Kementerian Kehutanan. Denda itu terkait kawasan hutan yang menurut Yuliot sempat dibersihkan sekitar 100 meter persegi.
“Nilainya Rp74 miliar. Berarti secara administrasi itu sudah terselesaikan semua,” kata Yuliot.
Persoalan PLTA Batang Toru mencuat setelah bencana banjir dan longsor di Sumatera pada akhir 2025 yang menewaskan lebih dari seribu orang.
Setelah bencana tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyegel sejumlah perusahaan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat karena dugaan kontribusi aktivitas perusahaan terhadap banjir dan longsor.
Pada awal 2026, KLH juga mengajukan gugatan perdata terhadap enam perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai Garoga dan Batang Toru. Total nilai gugatan mencapai sekitar Rp4,84 triliun.
Setelah persoalan administrasi dinyatakan selesai, Yuliot memulai tahap penggenangan PLTA Batang Toru.
Tahap ini menjadi bagian penting sebelum pembangkit masuk ke fase berikutnya. Seluruh instrumen akan diuji, mulai dari rumah pembangkit, target ketinggian genangan, hingga penyaluran daya ke jaringan transmisi.
Yuliot berharap seluruh kegiatan penggenangan dapat diselesaikan pada akhir Oktober.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
