Bawa Lineup Setara Jakarta, Malang World Cinema 2026 Siap Digelar November Mendatang


JAKARTA – Sukses menggelar festival film internasional di ibu kota, Jakarta World Cinema (JWC) siap memperluas jangkauannya dengan menghadirkan Malang World Cinema 2026. Perhelatan yang digagas KlikFilm bersama Cinépolis ini dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 21 November 2026 mendatang di Cinépolis Malang Town Square.

Festival Director sekaligus kurator film, Shandy Gasella, membeberkan alasan di balik pemilihan Kota Malang sebagai destinasi perdana ekspansi festival film dunia ini.

“Sebenarnya kenapa Malang World Cinema? Dari kali pertama JWC hadir di tahun 2022, itu tuh selalu banyak komentar yang bilang di media sosial, ‘Kok kalau event festival di Jakarta terus? Jakarta terus, Jakarta terus.’ Kami melihat bahwa cinephile atau penikmat film di luar Jakarta itu haus juga akan film-film art house yang kita bawa ke Jakarta,” ujar Shandy Gasella di Jakarta Selatan, Kamis, 8 Oktober.

Shandy mengungkapkan antusiasme penonton di wilayah Jawa Timur terbukti sangat masif berdasarkan catatan pemutaran reguler yang pernah digelar sebelumnya.

“Ternyata kita pernah buat satu screening gitu ya di Malang, sampai audience dari Surabaya, filmnya enggak tayang di Surabaya, itu pada pergi ke Malang untuk nonton film itu. Dengan situasi seperti itu dan berbicara dengan Cinépolis, akhirnya ketemu tuh. Akhirnya di tahun ini kita akan buat extended JWC ke Malang,” tuturnya.

Menariknya, Shandy memastikan seluruh daftar film yang diboyong ke Malang World Cinema akan memiliki kualitas dan jumlah yang persis sama dengan perhelatan di Jakarta.

“Untuk membuat Malang juga spesial, kami tidak membedakan. Maksudnya, apa yang dirasakan oleh penikmat film di Jakarta, di JWC, kami akan coba hadirkan keseruan yang sama di Malang. Jadi jumlah filmnya sama, screening time-nya sama gitu,” jelasnya tegas.

Prinsip kesetaraan akses menjadi komitmen utama pihak penyelenggara agar tidak ada anggapan selektif terhadap selera penonton daerah.

“Jadi semuanya punya kesempatan yang sama. Kita enggak, ‘Ah, yang ini enggak cocok kayaknya di Malang.’ Kita enggak punya kerangka berpikir seperti itu. Semuanya punya accessibility yang sama agar festivalnya tuh lebih inklusif gitu,” tambah Shandy.

Dari kacamata pengelola bioskop, Alejandro Aguilera Garibay optimistis gelaran di Jawa Timur ini akan mendulang kesuksesan besar dalam membangun ekosistem komunitas penonton lokal.

“It will be a success because it has a strong foundation. Taking this festival now to a different city is part of building community, is part of building those pilots. Our idea, our commitment is continuity. So this will be the first of many editions,” kata Alejandro yakin.

Direktur KlikFilm, Frederica, turut menaruh harapan agar gegap gempita penikmat sinema di Malang mampu menandingi kemeriahan festival serupa di Jakarta.

“Pastinya kita berharap hype-nya bisa menyerupai Jakarta gitu ya. Tapi memang kita excited untuk dibawa keluar Jakarta untuk bisa ditonton sama komunitas di sana, sama kota-kota di sekitarnya gitu, ada Surabaya, kota besar, dan lain-lainnya,” ucap Frederica.

Sineas Gina S. Noer bahkan memuji keberanian pihak swasta yang rela mendobrak batas geografis demi memperluas akses tontonan bermutu bagi masyarakat daerah.

“Menurut saya sih bukan cuma berani ya, berpahala kalau menurut saya. Masalah dari Indonesia keseluruhan tuh adalah akses, gitu. Banyak orang yang ingin sekali bisa mengakses sesuatu, tapi pasti kehalang dengan jarak, terus kemudian biaya, dan lain-lain,” puji Gina.

Gina menggarisbawahi bahwa pemerataan literasi film seperti ini sangat berdampak nyata dalam melahirkan talenta-talenta pencerita baru di berbagai pelosok nusantara.

“Kebayang enggak sih ada berapa orang yang enggak perlu meninggalkan kotanya dan mendapatkan akses yang sama dengan Jakarta? Kita selalu dibutakan gitu kalau, ‘Hei, Indonesia tuh cuma Jakarta ya?’ Padahal kan Jakarta bukan Indonesia. Bandung juga Indonesia, Malang, dan lain-lain,” serunya.

Dengan hadirnya Malang World Cinema 2026, penyelenggara berharap dahaga para pecinta sinema di Jawa Timur akan film-film berkualitas dunia dapat terpuaskan sepenuhnya.

“Cinephile di sana sangat menunggu sekali kedatangan Malang World Cinema ini. Antusiasmenya saya rasa akan sama tingginya, saya sangat yakin akan ramai juga,” tutup Shandy mengakhiri sesi tanya jawab.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *