Sekjen PBB Desak AS-Iran Akhiri Perang dan Kembali ke Jalur Diplomasi


JAKARTA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Hari Selasa mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk kembali ke jalur diplomasi dan mengakhiri perang, memuji peran krusial Pakistan dalam menciptakan kondisi bagi dialog antara kedua belah pihak, termasuk kesepakatan kerangka kerja pada Bulan Juni lalu.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Guterres dalam konferensi pers bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Islamabad, dalam kunjungan kerja selama tiga hari.

“Upaya Anda turut mewujudkan Nota Kesepahaman Islamabad tanggal 17 Juni, gencatan senjata yang menyusul kemudian, serta kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut,” ujarnya, seraya menambahkan “setiap warga Pakistan patut bangga atas peran krusial tersebut,” dikutip dari Anadolu (7/10).

“Dan dari Islamabad, saya ingin menyampaikan pesan yang tegas dan jelas kepada semua pihak: Akhiri konflik. Kembali ke jalur diplomasi. Pulihkan sepenuhnya hak dan kebebasan navigasi sesuai dengan hukum internasional,” seru Sekjen Guterres.

antonio guterres dan ishaq dar
Sekjen PBB Guterres saat memberikan keterangan pers bersama Wakil PM dan Menlu Pakistan Ishaq Dar. (Twitter/@antonioguterres)

Pimpinan PBB tersebut menyatakan upaya mediasi Islamabad antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang menunjukkan “Pakistan dipercaya, bahkan oleh negara-negara yang sedang berselisih satu sama lain.”

“Kita hanya bisa berharap agar upaya Pakistan terus berlanjut, membuahkan hasil, dan pada akhirnya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah,” jelas Sekjen Guterres, melansir Al Arabiya dari AFP.

Adapun Dar pada gilirannya mengatakan kedua belah pihak membahas isu-isu regional dan global terkait perdamaian dan keamanan, termasuk Palestina, Jammu dan Kashmir, Afghanistan, penanggulangan terorisme, serta masa depan multilateralisme.

Ia mengatakan telah memaparkan kepada Guterres mengenai posisi Pakistan terkait wilayah Jammu dan Kashmir serta Perjanjian Perairan Indus, sembari menegaskan kembali seruan Islamabad untuk penyelesaian sengketa Kashmir yang “adil dan damai” sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.

Diketahui, Amerika Serikat dan Israel memulai perang dengan menyerang Tehran dan sejumlah kota lainnya di Iran yang menewaskan pejabat tinggi sipil dan militer hingga warga masyarakat, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari.

Negeri Para Mullah merespons dengan menyerang wilayah Israel dan target terkait AS di negara-negara tetangga di kawasan, serta memperketat kontrol di Selat Hormuz yang dilalui seperlima lalu lintas energi dunia setiap hari.

Pakistan memfasilitasi kesepakatan pada Bulan Juni yang diikuti dengan penghentian sementara pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran, serta menetapkan peta jalan bagi kesepakatan lebih lanjut mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz dan negosiasi terkait program nuklir Teheran.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *