Tesla Rilis Emergency Drive Away, Mobil Bisa Lepas dari Supercharger saat Darurat


JAKARTA – Tesla memperkenalkan fitur keselamatan baru bernama Emergency Drive Away yang memungkinkan mobil listriknya bergerak menjauh dari Supercharger dalam keadaan darurat tanpa pengemudi harus mencabut kabel pengisian secara manual.

Fitur Tesla Emergency Drive Away tersedia melalui pembaruan perangkat lunak melalui udara atau over-the-air. Dengan fitur ini, mobil Tesla dapat berpindah ke posisi berkendara meski kabel pengisi daya masih terhubung ke port.

Sebelumnya, mobil Tesla tidak dapat berpindah ke posisi berkendara ketika masih tersambung ke stasiun pengisian. Pengemudi harus terlebih dahulu melepaskan konektor dari port pengisian sebelum mobil dapat bergerak.

Kondisi tersebut membuat pemilik Tesla sebelumnya tidak memiliki cara resmi untuk mengabaikan penguncian tersebut. Sejumlah pemilik kemudian menggunakan adaptor pihak ketiga yang dirancang untuk melewati sistem penguncian. Tesla telah memperingatkan bahwa adaptor tersebut dapat mengalami panas berlebih dan merusak mobil maupun perangkat pengisian.

Kini Tesla menyediakan solusi langsung melalui sistem kendaraan. Emergency Drive Away dirancang sebagai cara keluar dari area pengisian ketika terjadi keadaan darurat di sekitar kendaraan.

Untuk mengaktifkannya, pengemudi terlebih dahulu harus memasukkan mobil ke posisi berkendara. Setelah itu, layar peringatan akan muncul dengan pilihan untuk mengaktifkan Emergency Drive Away.

Pengemudi kemudian harus menahan pedal rem dan menekan tombol “Activate” pada panel yang muncul di layar. Setelah fitur diaktifkan, mobil dapat bergerak meskipun konektor Supercharger masih terpasang.

Namun, Tesla menegaskan bahwa Emergency Drive Away hanya boleh digunakan dalam keadaan darurat. Ketika mobil bergerak, konektor akan terlepas dari port secara paksa.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan akun Tesla Charging di platform X, proses tersebut membuat sejumlah bagian konektor terlempar dan kabel pengisian tertarik kembali dengan kuat setelah terputus.

Tesla memperingatkan bahwa penggunaan Emergency Drive Away akan menyebabkan kerusakan pada kendaraan dan stasiun Supercharger. Perusahaan juga menyatakan penyalahgunaan secara sengaja dapat menimbulkan sanksi tambahan.

Tesla belum menjelaskan secara rinci bentuk sanksi tersebut. Namun, akun Tesla Charging menyebut biaya perbaikan dapat mencapai US$25.000, atau sekitar Rp450,16 juta, tergantung kondisi dan jenis Supercharger yang mengalami kerusakan.

Fitur Tesla Emergency Drive Away tersedia setelah kendaraan menerima pembaruan perangkat lunak terbaru. Namun, tidak semua model Tesla mendukung fitur tersebut.

Tesla menyatakan Model S dan Model X yang diproduksi sebelum 2021 tidak kompatibel dengan Emergency Drive Away. Selain itu, untuk saat ini fitur tersebut hanya berlaku pada Supercharger di Amerika Serikat.

Tesla mengatakan cakupan fitur tersebut dapat diperluas pada masa mendatang. Belum ada keterangan mengenai kapan Emergency Drive Away akan tersedia di jaringan Supercharger di luar Amerika Serikat.

Peluncuran fitur ini dilakukan setelah insiden penembakan di sebuah restoran In-N-Out di Twin Falls, Idaho, pada Agustus. Dalam insiden tersebut, tiga dari total 10 korban berada di dalam kendaraan Tesla yang sedang mengisi daya di stasiun Supercharger di area parkir.

Emergency Drive Away kini memberikan pilihan tambahan bagi pengemudi Tesla untuk meninggalkan lokasi ketika terjadi keadaan darurat. Namun, karena prosesnya dapat merusak kendaraan dan fasilitas pengisian, Tesla membatasi penggunaannya hanya untuk situasi yang benar-benar membutuhkan kendaraan segera bergerak.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *