JAKARTA — Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati Zainal, mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) khusus di Kaltara kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Usulan tersebut disampaikan Rahmawati kepada Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, bersama sejumlah aspirasi terkait perbaikan fasilitas rumah sakit dan penguatan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.
Rahmawati mengatakan Kaltara hingga kini belum memiliki kompleks RSJ yang berdiri sendiri. Pelayanan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih mengandalkan ruang atau bangsal di rumah sakit umum.
“RS Jusuf SK satu-satunya RS yang merawat pasien jiwa di Kaltara. Pasien ODGJ yang mendapatkan penanganan di Kaltara tidak hanya berasal dari Tarakan, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya,” kata Rahmawati, Senin (5/10/2026).
Menurut Rahmawati, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan rehabilitasi jangka panjang bagi pasien pasca-akut. Sebagian pasien ODGJ membutuhkan penanganan dan pendampingan secara berkelanjutan.
Pasien ODGJ juga berasal dari wilayah perbatasan
Rahmawati menyebut pasien yang mendapatkan pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK, Tarakan, tidak hanya berasal dari Kota Tarakan, tetapi juga sejumlah daerah lain di Kaltara.
Termasuk di antaranya pasien ODGJ yang berasal dari kasus deportasi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia melalui Nunukan dan kemudian mendapatkan penanganan kesehatan di Kaltara.
“Termasuk pasien ODGJ yang berasal dari kasus deportasi PMI dari Malaysia di Nunukan dan mendapatkan penanganan di Kaltara. Karena itu kita mengusulkan adanya pembangunan rumah sakit khusus ODGJ, sehingga penanganannya bisa lebih baik,” ujarnya.
Menurut dia, keberadaan RSJ khusus diperlukan untuk mendukung pelayanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasien, terutama dalam aspek perawatan dan rehabilitasi yang membutuhkan waktu panjang.
Rahmawati soroti layanan kesehatan di perbatasan Kaltara
Selain pembangunan RSJ khusus, Rahmawati meminta pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan Kaltara.
Menurutnya, kondisi geografis dan akses antardaerah menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Fasilitas kesehatan di perbatasan juga menjadi perhatian kita. Masyarakat di wilayah perbatasan harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan tidak kesulitan ketika membutuhkan layanan medis,” tuturnya.
Rahmawati mengatakan usulan pembangunan RSJ khusus, perbaikan fasilitas rumah sakit, serta penguatan layanan kesehatan di wilayah perbatasan telah disampaikan kepada Kemenkes.
Ia menyebut Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus memberikan respons positif terhadap aspirasi tersebut dan menyampaikan rencana kunjungan ke Kaltara.
“Kita sudah menyampaikan ini kepada Kementerian Kesehatan dan Wamenkes. Harapannya, usulan tersebut bisa ditindaklanjuti. Pak Wamenkes memberikan respons positif dan akan berkunjung ke Kaltara,” pungkas Rahmawati.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
