Apa Itu Air Demineral? Ketahui Proses Pembuatan dan Kegunaannya


YOGYAKARTA – Air yang kita konsumsi sehari-hari tidak murni hanya terdiri dari molekul air (H2O), tetapi juga mineral terlarut seperti kalsium, magnesium, natrium, dan berbagai zat lainnya. Namun, untuk kebutuhan tertentu, mineral-mineral ini perlu dikurangi atau dihilangkan. Itulah sederhananya apa yang disebut dengan air demineral. Air ini memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda dari air minum biasa. Ingin memahami lebih banyak soal air demineral. Simak pembahasan berikut.

Apa Itu Air Demineral dan Bagaimana Proses Pembuatannya?

Air demineral adalah air yang kandungan mineralnya telah dihilangkan melalui teknologi pemurnian tertentu. Mineral yang dihilangkan tertutama yang berbentuk ion. Karena itu, demineralisasi sering dikaitkan dengan deionisasi, meskipun keduanya tidak sepenuhnya sama.

Dilansir dari Atlas Scientific, proses pemurnian untuk menghasilkan air demineral dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain deionisasi, reverse osmosis (RO), distilasi, dan elektrodialisis. Berikut pembahasan masing-masing metode:

  • Deionisasi: Air dialirkan melalui resin khusus yang bekerja dengan prinsip pertukaran ion. Resin kemudian menarik ion-ion mineral yang terlarut sehingga kandungan mineral dalam air dapat dikurangi secara signifikan. Metode ini banyak digunakan dalam kebutuhan industri dan komersial yang memerlukan air dengan kandungan ion sangat rendah.
  • Reverse osmosis (RO): Air dilewatkan melalui membran semipermeabel dengan tekanan tertentu untuk memisahkan mineral, garam, dan berbagai padatan terlarut. Teknologi ini cukup populer karena dapat digunakan dalam berbagai skala, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri.
  • Distilasi: Air dipanaskan hingga berubah menjadi uap, kemudian uap tersebut didinginkan kembali hingga menjadi air. Sebagian besar mineral dan zat terlarut tertinggal selama proses tersebut sehingga air yang dihasilkan memiliki kandungan mineral yang sangat rendah.
  • Elektrodialisis: Metode ini menggunakan medan listrik dan membran khusus untuk memisahkan ion dari air. Proses tersebut dapat digunakan untuk mengurangi kandungan mineral dan sering diterapkan bersama teknologi pertukaran ion dalam pengolahan air tertentu.

Masing-masing metode pemurnian di atas menghasilkan air demineral yang berbeda-beda, karena itu penggunaan metode disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, deionisasi sangat efektif menghilangkan ion mineral, tetapi tidak dirancang untuk menghilangkan seluruh jenis kontaminan seperti bakteri, virus, atau senyawa organik tertentu.

Apa Saja Kegunaan Air Demineral dan Apakah Aman Diminum?

Air demineral banyak digunakan ketika kandungan mineral dalam air dapat mengganggu proses atau merusak peralatan. Kandungan mineral tertentu dapat meninggalkan kerak, memengaruhi reaksi kimia, atau menyebabkan kontaminasi sehingga perlu dikurangi atau dihilangkan.

Air demineral banyak digunakan untuk kebutuhan laboratorium, manufaktur, dan industri. Misalnya di laboratorium, air demineral dapat digunakan sebagai pelarut untuk membuat larutan dan buffer, mengencerkan bahan kimia, atau membersihkan peralatan. Selain itu, air jenis ini juga dapat digunakan pada peralatan tertentu seperti autoklaf dan berbagai sistem yang membutuhkan air dengan tingkat kemurnian lebih tinggi.

Sementara itu dalam industri otomotif dan mesin, air demineral dapat digunakan pada baterai timbal-asam, sistem pendingin, dan sejumlah aplikasi pada mesin dan turbin. Kandungan mineral yang rendah membantu mengurangi risiko terbentuknya endapan yang dapat mengganggu kinerja peralatan.

Itulah beberapa di antara contoh penggunaan air demineral. Lantas, apakah air demineral boleh diminum? Air demineral tidak disarankan untuk diminum. Para ahli kesehatan melaporkan mengonsumsi air yang sangat murni dapat meningkatkan risiko kekukarangan mineral.

Tubuh tetap membutuhkan berbagai mineral untuk menjalankan fungsinya dengan normal. Selain itu, air demineral tidak selalu bebas dari mikroorganisme atau kontaminan lain karena seperti yang telah dibahas, efektivitasnya sangat bergantung pada metode dan teknologi pengolahan yang digunakan.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai air demineral. Jadi, air jenis ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan tertentu ketika kandungan mineral dalam air perlu dikurangi atau dihilangkan agar tidak mengganggu proses atau merusak peralatan. Namun, air demineral tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai air minum sehari-hari karena kandungan mineralnya sangat rendah dan proses pemurnian tidak selalu menghilangkan seluruh kontaminan.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *