YOGYAKARTA – Pernahkah Anda merasa cemas, sulit berfokus, atau merasa beban emosional menumpuk tanpa tahu pasti apa penyebab utamanya? Banyak orang tidak menyadari bahwa tumpukan barang yang tak teratur di dalam ruangan sebenarnya memberikan beban psikologis yang sangat nyata. Dilansir Psychology Today, Senin, 5 Oktober, psikoterapis dan supervisor klinik, Dan Mager, MSW, LCSW, mengungkapkan bahwa barang-barang fisik yang menumpuk di tempat tinggal kita berisiko menyita ruang di kepala melebihi kapasitas yang ada. Jika Anda ingin menjernihkan pikiran yang ruwet, langkah awal yang paling efektif justru bisa dimulai dari merapikan sudut rumah Anda.
Secara psikologis, lingkungan fisik yang kacau terbukti berhubungan langsung dengan peningkatan kadar hormon stres atau kortisol di dalam tubuh Anda. Ketika kortisol terus-menerus tinggi, tubuh akan berada dalam kondisi siaga yang memicu rasa cemas, stres kronis, hingga penurunan fungsi kekebalan tubuh. Barang-barang yang berserakan di sekitar Anda terus mengirimkan sinyal visual ke otak seolah-olah ada pekerjaan rumah atau tanggung jawab yang belum selesai.
Kondisi rumah yang penuh sesak juga sering kali membuat seseorang merasa kewalahan secara emosional tanpa disadari. Rasa kewalahan ini biasanya memicu mekanisme pertahanan diri yang kurang sehat, seperti kebiasaan menunda-nunda pekerjaan hingga melarikan diri ke camilan kurang sehat atau menonton televisi berlebihan. Ketika fisik ruangan tempat tinggal Anda terlalu padat, fokus, motivasi, dan kejelasan berpikir Anda untuk beraktivitas pun akan ikut menurun secara drastis.

Proses merapikan rumah atau decluttering sejatinya bukan sekadar membuang barang tua yang sudah tidak terpakai lagi. Menurut Dan Mager, pertanyaan tentang barang apa yang ingin Anda simpan sebenarnya mencerminkan bagaimana Anda ingin menjalani kehidupan Anda ke depannya. Memilah barang mengajak Anda menyadari mana benda yang benar-benar memberikan nilai atau makna, dan mana yang selama ini hanya memenuhi ruang tanpa memberikan manfaat nyata.
Meskipun kenang-kenangan keluarga atau barang bersejarah memiliki nilai emosional tersendiri, terlalu banyak menyimpan benda mati dapat mengikat pikiran Anda pada masa lalu. Dengan secara aktif menyaring barang mana yang relevan untuk dipertahankan, Anda belajar melepaskan beban emosional yang sudah tidak berguna. Tindakan sederhana ini memberikan ruang mental dan emosional yang jauh lebih lega bagi Anda untuk melangkah ke depan dengan lebih ringan.
Pada akhirnya, merapikan ruang hidup bukanlah sebuah acara sekali selesai yang langsung mengubah segalanya secara instan. Ini adalah sebuah perjalanan atau kebiasaan terus-menerus yang membutuhkan perhatian serta kesadaran harian agar barang tidak kembali menumpuk. Anda bisa memulainya dari langkah paling mudah hari ini, seperti menyiapkan satu kotak khusus untuk barang-barang yang siap didonasikan secara berkala saat wadah tersebut mulai penuh.
Barang-barang yang Anda miliki tidak pernah mendefinisikan siapa diri Anda yang sebenarnya. Dengan mulai membenahi lingkungan tempat tinggal Anda secara bertahap, Anda sebenarnya sedang memberi ruang bagi pikiran Anda untuk bernapas lebih lega. Jadi, tak ada salahnya meluangkan sedikit waktu hari ini untuk merapikan satu sudut kecil di rumah Anda dan rasakan sendiri bagaimana perubahan dapat membawa ketenangan serta kejernihan yang luar biasa bagi pikiran Anda.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
