Krisis RAM Tekan Ponsel Murah, Samsung dan Google Naikkan Harga


JAKARTA – Krisis pasokan RAM mulai terasa di pasar ponsel kelas terjangkau. Samsung dan Google menaikkan harga sejumlah perangkat mereka di tengah keterbatasan pasokan memori yang masih membayangi industri teknologi.

Menurut Engadget yang dikutip Antara, Sabtu, 3 Oktober, Google menaikkan harga Pixel 10a sebesar 100 dolar AS atau sekitar Rp1,79 juta dengan asumsi kurs sekitar Rp17.900 per dolar AS.

Samsung juga menaikkan harga seluruh jajaran Galaxy A. Besarnya kenaikan berkisar 30 hingga 70 dolar AS atau sekitar Rp537.000 hingga Rp1,25 juta dengan kurs yang sama.

Galaxy A17 5G kini dijual 270 dolar AS atau sekitar Rp4,83 juta. Sebelumnya, perangkat itu dibanderol 200 dolar AS atau sekitar Rp3,58 juta.

Model tersebut bahkan sudah mengalami kenaikan harga pada Agustus.

Galaxy A27 5G ikut naik dari 350 dolar AS atau sekitar Rp6,26 juta menjadi 380 dolar AS atau sekitar Rp6,80 juta.

Galaxy A37 5G kini dibanderol 490 dolar AS atau sekitar Rp8,77 juta, naik dari sebelumnya 450 dolar AS atau sekitar Rp8,05 juta.

Sementara Galaxy A57 5G naik dari 550 dolar AS atau sekitar Rp9,84 juta menjadi 600 dolar AS atau sekitar Rp10,74 juta.

Kenaikan itu menjadi penyesuaian harga kedua Samsung dalam sepekan. Dengan perubahan terbaru, seluruh lini Galaxy A kini lebih mahal dibanding sebelumnya.

Google mengambil langkah serupa terhadap Pixel 10a.

Ponsel tersebut awalnya dijual mulai 499 dolar AS atau sekitar Rp8,93 juta pada Maret. Kini harganya menjadi 599 dolar AS atau sekitar Rp10,72 juta dengan asumsi kurs Rp17.900 per dolar AS.

Kenaikan juga terjadi di Kanada. Pixel 10a yang sebelumnya dijual 679 dolar Kanada atau sekitar Rp8,52 juta kini menjadi 849 dolar Kanada atau sekitar Rp10,6 juta.

Perubahan harga itu terjadi ketika industri teknologi masih menghadapi keterbatasan pasokan RAM. Komponen memori merupakan salah satu bagian penting dalam produksi ponsel pintar sehingga kenaikan harganya dapat ikut menambah biaya produksi.

Belum jelas kapan kondisi pasokan akan kembali normal.

Salah satu perkiraan yang lebih optimistis menyebut peningkatan produksi RAM di China dapat membantu memperbaiki pasokan dalam waktu sekitar satu tahun.

Namun, ada pula proyeksi harga RAM tetap tinggi hingga 2030.

Jika kondisi itu berlanjut, tekanan harga tidak hanya menghantam ponsel premium. Segmen yang selama ini mengandalkan harga lebih terjangkau juga bisa semakin mahal bagi konsumen.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *