JAKARTA – Google memperkenalkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan terbaru yang disebut sebagai model AI frontier paling canggih perusahaan tersebut hingga saat ini, dengan peningkatan kemampuan pada rekayasa perangkat lunak, alur kerja perusahaan bertahap, serta pertahanan keamanan siber.
Gemini 4 Argon belum tersedia untuk pengguna umum. Google menerapkan peluncuran bertahap dengan memberikan akses awal kepada mitra terpilih dan organisasi keamanan siber terpercaya melalui Fairwind Program, sembari menjalankan evaluasi keselamatan sebelum peluncuran lebih luas.
Peluncuran Gemini 4 Argon berlangsung setelah CEO Google, Sundar Pichai, bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani kesepakatan keamanan AI sukarela di Gedung Putih bersama sejumlah pimpinan perusahaan teknologi. Google memilih pendekatan bertahap untuk model barunya dengan melibatkan mitra tertentu dan melakukan evaluasi keselamatan prapeluncuran bersama pemerintah Amerika Serikat.
Dari sisi kemampuan, Gemini 4 Argon memiliki batas keluaran hingga 1 juta token. Angka tersebut meningkat jauh dibandingkan batas 64.000 token pada model sebelumnya, sehingga memungkinkan model mempertahankan proses penalaran untuk proyek yang panjang dan kompleks dalam satu proses.
Google mengatakan Gemini 4 Argon mencatat hasil baru dalam sejumlah tolok ukur rekayasa perangkat lunak dunia nyata, termasuk DeepSWE v1.1. Model tersebut juga disebut memimpin dalam evaluasi riset hukum dan keuangan pada Vals Index.
Google telah menggunakan Gemini 4 Argon untuk kebutuhan internal, termasuk mengoptimalkan infrastruktur pusat datanya. Dalam pengujian di pusat data, agen Argon yang bekerja secara otonom menganalisis telemetri untuk mengoptimalkan penggunaan memori sistem.
Menurut Google, proses tersebut berhasil membebaskan lebih dari 300 terabita memori tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.
Gemini 4 Argon juga digunakan oleh peneliti komputasi kuantum Google untuk mengoptimalkan algoritma kompleks. Selain itu, model tersebut membantu para insinyur menulis ulang basis kode besar dalam bahasa C dan C++ ke Rust.
Meski memiliki kemampuan yang disebut tinggi untuk pengembangan perangkat lunak dan keamanan siber, Google belum membuka Gemini 4 Argon untuk pengguna umum. Pembatasan tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan model dalam serangan siber atau penelitian yang berisiko.
Akses awal diberikan kepada organisasi keamanan siber terpercaya melalui Fairwind Program. Perusahaan keamanan siber Wiz telah menggunakan Argon untuk menemukan kerentanan kritis pada sistem perangkat lunak rumah sakit di berbagai negara.
Product Lead Google, Tulsee Doshi, mengatakan memberikan akses awal kepada pakar keamanan untuk menggunakan alat pertahanan yang kuat dapat memberi Google waktu untuk memperkuat sistem pengamanan model, termasuk menghadapi serangan injeksi perintah dan masalah ketidakselarasan.
Setelah tahap pengujian selesai, Google berencana memperluas akses Gemini 4 Argon kepada pengembang dan pengguna perusahaan.
Untuk akses API berbayar, harga yang diumumkan Google dimulai dari US$2 per 1 juta token input, atau sekitar Rp36.176 per 1 juta token berdasarkan kurs Rp18.087,99 per dolar AS. Sementara token keluaran dibanderol mulai US$10 per 1 juta token, setara sekitar Rp180.880.
Google juga berencana memperluas akses Gemini 4 Argon kepada pelanggan Google AI Ultra setelah proses evaluasi keselamatan yang dilakukan bersama pemerintah Amerika Serikat selesai.
Dengan pendekatan tersebut, Google menempatkan Gemini 4 Argon sebagai model yang lebih dulu diuji dalam lingkungan terbatas sebelum tersedia lebih luas bagi pengembang dan pengguna perusahaan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
