JAKARTA – Ducati mengandalkan pengolahan sekitar 40 GB data dalam setiap seri balapan untuk mendukung keberhasilan Aruba.it Racing Ducati meraih Triple Crown World Superbike Championship (WSBK) 2026.
Data tersebut dianalisis oleh lebih dari 20 insinyur Lenovo yang bekerja di belakang layar sepanjang akhir pekan balapan. Proses analisis mencapai sekitar 34 jam dan digunakan untuk membantu tim menentukan pengaturan terbaik bagi Nicolò Bulega dan Iker Lecuona.
Bulega telah memastikan gelar juara dunia pembalap WSBK 2026 setelah mencatatkan 25 kemenangan beruntun. Pembalap Italia itu kini mengoleksi 602 poin setelah seri terakhir di Sirkuit Cremona, Italia, sementara kompetisi masih menyisakan dua seri.
Dominasi Ducati pada musim ini tidak berhenti pada gelar pembalap. Tim Aruba.it Racing Ducati juga telah mengamankan gelar konstruktor dan tim, sehingga meraih Triple Crown WSBK 2026.
Pencapaian tersebut membuat Ducati bergabung dengan Kawasaki sebagai tim yang telah lebih dari sekali meraih tiga gelar utama WSBK dalam satu musim.
Di balik keberhasilan tersebut, pengolahan data menjadi bagian penting dalam persiapan tim menghadapi setiap akhir pekan balapan. Lenovo, yang merupakan sponsor utama Aruba.it Racing Ducati, mengungkapkan besarnya volume informasi yang harus diproses oleh para insinyur tim.
Menurut Lenovo, lebih dari 20 insinyur menganalisis sekitar 40 GB data dalam setiap ajang balap. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 34 jam untuk mengolah dan memahami informasi yang tersedia.
Data itu digunakan untuk mengevaluasi berbagai perubahan pengaturan motor yang diterapkan sepanjang akhir pekan. Bulega dan Lecuona memiliki delapan pilihan perubahan pengaturan yang perlu dievaluasi untuk mengetahui konfigurasi yang paling sesuai dengan kondisi balapan.
Dari proses tersebut, tim dapat mengambil lebih dari 150 keputusan dalam setiap akhir pekan balapan. Tujuannya adalah menemukan peningkatan performa sekecil mungkin yang dapat menghasilkan perbedaan waktu di lintasan.
Setiap perubahan pengaturan kemudian menjadi bagian dari proses evaluasi untuk menentukan area yang masih dapat ditingkatkan. Data yang dikumpulkan membantu tim memahami dampak dari setiap perubahan terhadap performa motor dan pembalap.
Besarnya volume data yang dianalisis menunjukkan bahwa keberhasilan di WSBK tidak hanya bergantung pada performa motor dan kemampuan pembalap. Di belakang hasil di lintasan terdapat proses pengumpulan, pengolahan, dan analisis data yang berlangsung sepanjang akhir pekan.
Ducati sendiri menjalani musim 2026 dengan dominasi penuh. Tim tersebut disebut memenangkan seluruh balapan WSBK sepanjang musim hingga seri terakhir yang telah berlangsung.
Dengan dua seri masih tersisa, Ducati telah memastikan tiga gelar utama WSBK 2026. Keberhasilan tersebut menjadi hasil dari kombinasi performa motor, pembalap, serta pekerjaan teknis dan analisis data yang dilakukan tim di balik layar.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
