California Tetapkan Hari Raya Idulfitri dan Iduladha Sebagai Hari Libur Resmi


JAKARTA – Umat Muslim yang tinggal di Negara Bagian California, Amerika Serikat, kini bisa beribadah dan merayakan Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha lebih khusyuk, seiring dengan penetapan kedua hari raya tersebut sebagai hari libur resmi.

Hal ini seiring dengan penandatangan undang-undang baru yang mengatur hal tersebut oleh Gubernur Negara Bagian Gavin Newsom, politisi Partai Demokrat.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Majelis Nomor 2017, yang disahkan menjadi undang-undang pada Hari Minggu, memasukkan kedua hari raya tersebut ke dalam kalender hari libur resmi negara bagian.

Sekolah negeri dan perguruan tinggi komunitas (community college) dapat meliburkan kegiatan pada kedua hari raya tersebut sesuai dengan prosedur setempat yang berlaku. Pegawai negara bagian yang memenuhi syarat juga dapat memperoleh hak libur untuk hari-hari raya tersebut.

“Penetapan Idulfitri dan Iduladha sebagai hari libur negara bagian merupakan keputusan terkait kalender sipil yang mengakui signifikansi budaya kedua hari raya tersebut bagi masyarakat California,” demikian bunyi undang-undang tersebut, dilansir dari Anadolu (1/10).

Langkah ini menjadikan California sebagai negara negara bagian kedua di AS yang menetapkan Idulfitri dan Iduladha sebagai libur resmi, menyusul penetapan oleh Negara Bagian Washington pada tahun lalu.

Penandatanganan Senate Bill 5106 pada April 2025 oleh Gubernur Bob Ferguson, politisi Partai Demokrat, menjadikan Washington negara bagian pertama yang menetapkan libur resmi saat Idulfitri dan Iduladha di Negeri Paman Sam.

Menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR), undang-undang ini menjawab tantangan yang telah lama ada, di mana banyak Muslim sering merasa tertekan saat harus memilih antara meminta izin khusus untuk merayakannya bersama keluarga atau tetap masuk kerja.

AB 2017, yang disusun oleh anggota Majelis (Assemblymember) dari Partai Demokrat asal San Francisco, Matt Haney, mempermudah pekerja untuk mengambil cuti saat hari raya Islam dengan menggunakan jatah libur pribadi atau waktu cuti yang sudah ada.

Undang-undang ini juga mengizinkan sekolah negeri dan community college untuk meliburkan kegiatan pada Hari Raya Islam melalui kesepakatan yang dinegosiasikan secara lokal.

Namun, undang-undang ini tidak mewajibkan pemberi kerja di sektor swasta untuk memberikan libur hari raya Islam kepada karyawan mereka.

Menurut CAIR, California merupakan tempat tinggal bagi lebih dari satu juta Muslim, menjadikannya salah satu negara bagian dengan populasi Muslim terbesar di Amerika Serikat.

“California adalah rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar dan paling dinamis di negara ini, dan tradisi mereka layak mendapatkan pengakuan serta penghormatan,” ujar Haney dalam sebuah siaran pers, dikutip dari NewsNation.

“Tidak ada siswa yang seharusnya dihadapkan pada pilihan antara merayakan salah satu hari paling suci dalam keyakinan mereka atau masuk sekolah, dan tidak ada pekerja yang seharusnya merasa harus mengorbankan pelaksanaan ibadah keagamaan mereka,” tambahnya.

Sedangkan Hussam Ayloush, CEO CAIR cabang California, memuji langkah Newsom menandatangani rancangan undang-undang tersebut.

Ia mengatakan tindakan itu mengirimkan “pesan kuat” bahwa California mendukung komunitas Muslimnya di tengah situasi yang ia gambarkan sebagai meningkatnya sikap permusuhan.

CAIR baru-baru ini mencatat 17 insiden yang menargetkan tempat ibadah umat Islam di seluruh negeri selama bulan Mei, Juni, dan Juli—sebuah peningkatan sebesar 183 persen dibandingkan periode tiga bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Menurut CAIR, insiden-insiden tersebut mencakup ancaman kekerasan, pembakaran sengaja, intimidasi, dan penentangan terhadap tempat ibadah Islam yang didasari oleh sentimen keagamaan.

Salah satu insiden tersebut adalah serangan pada tanggal 18 Mei di Islamic Center of San Diego, di mana tiga orang tewas saat berupaya melindungi jemaah dan anak-anak.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *