JAKARTA – Kremlin pada Hari Rabu menyatakan upaya sedang dilakukan untuk memindahkan pangkalan sistem pertahanan rudal buatan Rusia dari Turki ke negara lain, langkah yang dapat membuka jalan bagi Ankara untuk kembali mengakses program jet tempur F-35 Amerika Serikat.
Sabtu lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow bisa saja menyetujui pemindahan sistem pertahanan tersebut ke negara lain.
“Kemungkinan itu ada, asalkan negara tujuan pemindahan sistem S-400 ini merupakan negara yang bertanggung jawab dan menjalin hubungan bersahabat dengan Rusia,” ujar Menlu Lavrov, sebagaimana dikutip oleh kantor berita negara.
“Kami siap memindahkan S-400 ke negara semacam itu jika ada permintaan,” ujarnya, melansir Al Arabiya dari AFP (30/9).
Saat dimintai tanggapan oleh AFP mengenai pernyataan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Hari Rabu mengatakan langkah itu “masuk dalam agenda.”
“Upaya terkait sedang dilakukan dan komunikasi yang tepat pun sedang berlangsung,” kata Peskov.
Diketahui, Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia pada tahun 2017, di tengah memburuknya hubungan antara Ankara dan Washington akibat perang di Suriah dan berbagai masalah lainnya.
Langkah tersebut menuai kritik dari anggota NATO lainnya dan menyebabkan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Turki berdasarkan undang-undang CAATSA (yang menargetkan musuh AS), sehingga menghalangi Turki untuk memperoleh jet F-35 buatan AS yang sebenarnya sudah mereka bayar.
Ankara lama berupaya menyelesaikan sengketa F-35 yang berkepanjangan dengan Washington, dan Pemerintahan Presiden Trump juga telah menunjukkan kesediaan untuk mengakhiri masalah tersebut.
Pada pertemuan puncak NATO di Ankara awal Juli lalu, Presiden Trump mengatakan Ia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan Turki kembali bergabung dalam program tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
