JAKARTA – BMW Motorrad menghadirkan F450GS sebagai motor adventure kelas menengah dengan mesin dua silinder 420 cc, bobot 178 kg, dan teknologi Easy Ride Clutch (ERC). Motor ini dirancang untuk menunjang perjalanan jarak jauh sekaligus memberikan kemudahan pengendalian di jalan perkotaan, jalan raya, hingga jalur tanah.
Dalam pengujian yang diterbitkan media otomotif Jepang web AutoBy pada 24 September 2026, jurnalis Taiji Ota menguji BMW F450GS varian tertinggi, GS Trophy, di berbagai kondisi jalan. Pengujian mencakup kawasan perkotaan, jalan tol, jalur pegunungan, hingga jalan tanah.
BMW F450GS diposisikan sebagai anggota baru keluarga GS yang mempertahankan karakter motor adventure BMW dalam ukuran lebih ringkas. Varian GS Trophy yang diuji memiliki grafis berwarna biru, pelindung tangan, dan pelindung radiator yang membuat tampilannya terlihat besar. Namun, dimensi keseluruhannya masih tergolong standar untuk motor kelas menengah.
Motor ini memiliki tinggi jok 845 mm dan bobot 178 kg. Meski menggunakan suspensi dengan spesifikasi lebih tinggi, penguji menilai posisi kaki masih cukup mudah dijangkau. Dengan tinggi badan 176 cm dan panjang kaki 83 cm, penguji dapat menapak menggunakan kedua kaki meskipun tumit sedikit terangkat.
Bobot F450GS juga relatif ringan dibandingkan sejumlah pesaingnya. Motor ini hanya 3 kg lebih berat daripada BMW G310GS yang menggunakan mesin satu silinder. Sebagai perbandingan, CFMoto 450MT memiliki bobot 185 kg, sedangkan Honda NX400 mencapai 199 kg.

BMW F450GS menggunakan mesin dua silinder segaris berkapasitas 420 cc dengan sistem pendingin cairan, empat langkah, dan empat katup per silinder. Mesin tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan batas tenaga 48 PS untuk kategori lisensi A2 di Eropa.
Karakter mesin menjadi salah satu perhatian utama dalam pengujian. Menurut Ota, tenaga disalurkan secara merata pada rentang putaran 3.000 hingga 9.000 rpm. Respons mesin juga tidak terasa mendadak ketika pengendara membuka gas secara kasar.
Karakter tersebut membuat F450GS lebih mudah dikendalikan, terutama ketika melintasi permukaan tanah yang licin. Pengendara juga tidak perlu terlalu sering melakukan perpindahan gigi untuk menyesuaikan tenaga dengan kondisi jalan.
Pada gigi keenam, mesin berputar sekitar 5.500 rpm ketika motor melaju pada kecepatan 100 km/jam. Penguji tidak merasakan kekurangan tenaga dalam kondisi tersebut. Motor ini dinilai mampu mendukung perjalanan dengan penumpang dan barang bawaan pada kecepatan jelajah 120 km/jam.
Meski demikian, getaran kecil pada setang dan pijakan kaki mulai meningkat ketika putaran mesin melewati 4.000 rpm. Berdasarkan pengujian tersebut, kecepatan sekitar 80 km/jam dinilai sebagai kondisi paling nyaman untuk berkendara jarak jauh.
Pada kecepatan tersebut, konsumsi bahan bakarnya dapat melampaui 30 km per liter. Penguji juga menyebut mendapat informasi dari pengendara yang membawa F450GS untuk berkeliling Hokkaido, Jepang, bahwa motor itu mampu menempuh jarak hampir 500 km dengan tangki penuh.

Kemampuan berkendara di berbagai medan turut menjadi bagian dari pengujian. F450GS menggunakan suspensi dengan jarak main 180 mm di depan dan belakang. Meski memiliki langkah suspensi panjang, pengendalian motor dinilai tetap stabil, termasuk ketika melakukan pengereman dan akselerasi secara mendadak.
Saat melintasi jalan tanah, suspensi mampu menahan benturan ketika roda melewati permukaan yang tidak rata. Motor juga tidak mudah terpantul ketika melewati gundukan yang cukup besar. Kombinasi kenyamanan di jalan beraspal dan kestabilan di jalur tanah menjadi salah satu karakter yang menonjol dalam pengujian tersebut.
Fitur utama lainnya adalah Easy Ride Clutch atau ERC, yaitu sistem yang mengatur kerja kopling secara mekanis. Konsepnya memiliki kemiripan dengan kopling sentrifugal otomatis pada keluarga Honda Super Cub, tetapi karakter pengoperasiannya disebut mendekati sistem Honda E-Clutch yang menggunakan aktuator untuk mengendalikan kopling pada transmisi manual.
Pada BMW F450GS, kopling terhubung secara halus ketika putaran mesin melewati sekitar 2.700 rpm sehingga tenaga dapat disalurkan ke roda belakang. Ketika motor melambat, kopling tetap terhubung hingga menjelang kendaraan berhenti. Sistem ini membantu mencegah hilangnya dorongan roda belakang secara berlebihan pada kecepatan sangat rendah.
ERC dipadukan dengan Gear Shift Assistant Pro, sistem pemindah gigi cepat yang mendukung perpindahan gigi naik dan turun. Kombinasi keduanya memungkinkan pengendara berkendara tanpa harus mengoperasikan tuas kopling dalam penggunaan normal.
Meski demikian, BMW tetap menyediakan tuas kopling. Pengendara masih dapat mengoperasikannya secara manual untuk melakukan manuver tertentu, seperti mengangkat roda depan atau membuat roda belakang bergeser akibat tenaga mesin.
Dari sisi harga, BMW F450GS dipasarkan di Jepang dengan banderol mulai 961.000 yen hingga 1.033.000 yen. Varian GS Trophy yang digunakan dalam pengujian dibanderol 1.033.000 yen.Dengan kurs jual Rp11.391,52 per 100 yen berdasarkan acuan 28 September 2026, harga tersebut setara sekitar Rp109,4 juta hingga Rp117,7 juta. Harga varian GS Trophy mencapai sekitar Rp117,7 juta.
Pemesanan di Jepang sudah dibuka pada 19 Mei 2026, sementara pengiriman kepada konsumen mulai awal September 2026.
Melalui F450GS, BMW Motorrad menawarkan motor adventure yang menggabungkan mesin dua silinder, bobot relatif ringan, kemampuan touring, serta sistem kopling ERC. Kombinasi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengendara yang menginginkan motor serbaguna untuk perjalanan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
