Mengenal LVAD, Terapi untuk Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut


JAKARTA – Penyakit jantung sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan tertinggi di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat penyakit jantung sebagai penyebab kematian dan disabilitas kedua tertingi di Indonesia setelah stroke.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan RI juga menyatakan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85 persen secara nasional, yang secara estimasi setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk Indonesia.

Dengan kondisi tersebut, penanganan penyakit jantung yang mumpuni sangat dibutuhkan, terutama bagi pasien gagal jantung stadium lanjut. Salah satunya adalah dengan terapi lanjutan Left Ventricular Assist Device (LVAD).

LVAD merupakan pompa jantung mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri, ruang utama pemompa jantung, mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Ini dapat menjadi salah satu terapi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, yang memenuhi kriteria klinis, terutama saat terapi medis optimal tidak lagi memadai.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, mengatakan bahwa LVAD memberikan alternatif terapi bagi pasien gagal jantung yang menghadapi keterbatasan pilihan terapi, serta membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Bagi kami, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur, tetapi pilihan terapi yang dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut, khususnya bagi mereka yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung,” ungkap dr. Paskah, pada keterangan resmi Siloam Hospitals Kebon Jeruk: A Heartbeat of History, Selasa, 29 September 2026.

Untuk mendukung penanganan pasien gagal jantung dan penerapan LVAD, Siloam Hospitals Kebon Jeruk menghadirkan Advanced Heart Failure Center. Pusat layanan ini menangani pasien melalui pendekatan multidisiplin, mulai dari diagnosis, optimalisasi terapi medis, hingga pilihan terapi lanjutan berbasis alat, termasuk LVAD.

Komitmen ditunjukkan rumah sakit tersebut melalui keberhasilan dua prosedur implantasi LVAD yang dilakukan dari waktu kurang satu bulan. Keberhasilan dua prosedur ini tidak hanya menjadi pencapain klinis, tetapi juga menunjukkan kesiapan sistem hingga kapabilitas rumah sakit.

“Keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah kami bangun,” ujar Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa, MARS.

Sementara itu, secara teknis setelah LVAD dipasang, jantung pasien tetap bekerja berdampingan dengan pompa buatan tersebut, sehingga membutuhkan pemantauan secara berkala dan membutuhkan keterlibatan pasien atau keluarga untuk memahami penggunaan perangkat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *