JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong desainer fesyen memanfaatkan pemetaan tren pasar sekaligus memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual agar wastra Nusantara lebih siap masuk pasar global.
Direktur Fesyen Kemenekraf/Bekraf Iffah Sa’aidah mengatakan pemetaan tren atau trend forecasting penting untuk membantu desainer mengolah wastra menjadi produk ready-to-wear yang sesuai selera pasar tanpa kehilangan identitas budaya.
“Kementerian Ekonomi Kreatif melihat peran trend forecasting dalam mengangkat Wastra Nusantara, dan memberikan dukungan agar produk desainer lokal tak hanya berdaya saing global tetapi juga terlindungi secara HKI,” kata Iffah, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 29 September.
Trend forecasting merupakan proses membaca arah tren konsumen, warna, bahan, gaya, dan kebutuhan pasar untuk membantu pelaku industri menentukan produk yang akan dikembangkan.
Menurut Iffah, pendekatan tersebut dapat membuat produk fesyen berbasis wastra tidak berhenti pada nilai budaya, tetapi juga lebih relevan dengan kebutuhan pasar dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Kemenekraf juga mendorong perlindungan HKI melalui pendaftaran merek, hak cipta desain, dan motif. Perlindungan itu dinilai penting ketika produk mulai dipasarkan ke luar negeri agar karya desainer memiliki kepastian hukum sekaligus nilai ekonomi yang lebih kuat.
Indonesian Fashion Chamber (IFC) sebagai mitra strategis IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week juga mendorong agar pemetaan tren tidak berhenti di panggung peragaan busana.
Project Officer IN2MOTIONFEST x JMFW Ali Charisma mengatakan koleksi yang dikurasi harus siap masuk ke pasar melalui skema bisnis antarperusahaan maupun penjualan ritel.
“Dengan Trend Forecasting sebagai inspirasi, karya desainer tidak hanya diarahkan pada keindahan panggung runway, melainkan diarahkan pada kesiapan bisnis, costing, pricing, dan digital merchandising,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, kesiapan bisnis mencakup perhitungan biaya produksi, penetapan harga, hingga pemasaran digital.
Penguatan tersebut dilakukan melalui masterclass, seminar, lokakarya, forum industri, dan pertemuan bisnis yang menjadi bagian dari IN2MOTIONFEST x JMFW.
Ali mengatakan pendekatan itu juga ditujukan agar merek lokal, UKM, dan desainer mampu berkembang menjadi pelaku usaha fesyen yang siap bersaing di pasar internasional.
Penguatan produk dan bisnis tersebut sekaligus diarahkan agar wastra Nusantara tidak hanya dipandang sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai bahan dan identitas yang dapat menciptakan nilai tambah ekonomi.
IN2MOTIONFEST x JMFW dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta. Pelaku industri fesyen akan dipertemukan dengan pembeli dan jaringan perdagangan internasional untuk memperluas peluang ekspor.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
