Penerbangan Iran Tertekan Sanksi AS, Mohammad Bagher Ghalibaf Beri Peringatan


JAKARTA — Parlemen Iran menyebut Amerika Serikat tidak hanya memberlakukan tekanan ekonomi dan perdagangan, tetapi juga memperketat pembatasan terhadap sektor penerbangan Iran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap Iran yang akan mendapatkan respons dari Teheran.

“Para pemimpin Gedung Putih harus tahu bahwa bangsa Iran yang pemberani tidak akan pernah mundur meski menghadapi blokade perdagangan dan penerbangan,” kata Ghalibaf pada Selasa.

Menurut Ghalibaf, Iran akan merespons setiap bentuk tekanan secara kuat, tepat, dan cepat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap sektor penerbangan Iran. Pada 8 September 2026, Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap 36 target yang disebut terkait dengan sektor penerbangan Iran. Washington menuduh jaringan tersebut digunakan untuk mendukung pengiriman senjata, personel, dan kargo ilegal.

Selanjutnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan mulai 23 September 2026 maskapai Iran akan menghadapi kesulitan untuk menjalankan penerbangan internasional. Perusahaan asing yang menyediakan bahan bakar, layanan pendaratan, layanan darat, atau penjualan tiket bagi maskapai Iran terancam terkena sanksi sekunder dan kehilangan akses ke sistem keuangan berbasis dolar AS.

Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat di sejumlah negara. Beberapa penerbangan maskapai Iran dihentikan, termasuk rute menuju Baghdad dan Muscat. Sejumlah negara lain juga memberlakukan pembatasan terhadap penerbangan maskapai Iran.

Uni Emirat Arab, misalnya, menghentikan seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai Iran menuju dan dari negara tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan itu disebut berkaitan dengan ancaman sanksi sekunder dari Amerika Serikat terhadap penyedia layanan penerbangan yang tetap melayani maskapai Iran.

Meski demikian, pembatasan tersebut tidak secara otomatis berarti Amerika Serikat dapat menutup wilayah udara negara lain. Tekanan dilakukan melalui sanksi terhadap maskapai Iran dan perusahaan asing yang menyediakan layanan penting bagi operasional penerbangan mereka.

Iran Singgung Ekspor Minyak

Selain sektor penerbangan, Ghalibaf juga menyinggung tekanan terhadap ekspor minyak Iran.

Ia mengatakan selama Iran tidak diperbolehkan menjual minyak, negara-negara lain di kawasan juga tidak akan dapat melakukan hal serupa.

Ghalibaf juga menegaskan bahwa selama ancaman terhadap keamanan Iran masih berlangsung, kawasan Timur Tengah akan tetap menghadapi ketidakamanan yang dapat mengancam berbagai fasilitas dan infrastruktur.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap Iran, yang mencakup sektor perdagangan, energi, keuangan, dan penerbangan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *