Jenazah Putra Cindy Crawford Dikremasi, Penyebab Kematian Presley Gerber Masih Misterius


JAKARTA – Jenazah Presley Gerber, putra supermodel Cindy Crawford, telah dikremasi beberapa hari setelah meninggal dunia di sebuah fasilitas rehabilitasi di Los Angeles, Amerika Serikat. Model berusia 27 tahun itu diduga mengalami overdosis, tetapi penyebab pasti kematiannya belum diketahui.

Menurut USA Today, disitat Minggu, 27 September yang mengutip TMZ, Presley dikremasi di Rose Family Funeral Home, Simi Valley, California. Informasi tersebut dilaporkan pada Jumat, 25 September, berdasarkan akta kematian yang diperoleh TMZ.

Putra Cindy Crawford dan pengusaha Rande Gerber itu meninggal pada 20 September di Resolutions Living, fasilitas pemulihan bagi orang yang mengalami ketergantungan zat di kawasan Los Angeles.

Kepolisian Santa Monica menyebut kematiannya diduga akibat overdosis. Namun, polisi menyatakan tidak menemukan indikasi tindak kriminal.

Berdasarkan rekaman panggilan darurat 911 yang diberitakan People dan Page Six, petugas menerima laporan mengenai kemungkinan overdosis dan henti jantung di fasilitas tersebut.

Presley dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.45 waktu setempat.

Departemen Pemeriksa Medis Los Angeles County menyatakan pemeriksaan terhadap jenazah Presley telah dilakukan pada 21 September.

Namun, penyebab dan cara kematiannya belum dapat ditetapkan. Pemeriksa medis masih memerlukan pengujian atau penelitian tambahan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Pihak keluarga sebelumnya telah mengonfirmasi kabar kematian Presley melalui pernyataan kepada USA Today.

“Keluarga meminta agar privasi mereka dihormati selama masa yang sangat sulit dan menyakitkan ini,” demikian pernyataan perwakilan Cindy Crawford dan Rande Gerber.

Pasangan tersebut juga memiliki seorang putri, Kaia Gerber, yang berusia 25 tahun dan berprofesi sebagai model sekaligus aktris.

Di tengah penyelidikan penyebab kematian Presley, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan tanggung jawab hukum fasilitas rehabilitasi tempat ia meninggal.

Melalui situs resminya, Resolutions Living menyatakan menyediakan layanan pendampingan bagi orang dengan masalah ketergantungan zat dan kesehatan mental. Program pemulihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

John J. Perlstein, pengacara di California Selatan yang menangani perkara kematian akibat dugaan kelalaian, mengatakan tanggung jawab hukum fasilitas rehabilitasi bergantung pada sejumlah faktor, termasuk jenis layanan yang diberikan kepada pasien.

Namun, belum diketahui secara pasti program rehabilitasi yang dijalani Presley, rencana pemulihannya, maupun layanan yang diberikan fasilitas tersebut.

USA Today juga memperoleh dokumen pemerintah negara bagian yang menunjukkan Resolutions Therapeutic Services, perusahaan yang didirikan Dr. Reza Nabavi, pernah menghadapi persoalan perizinan. Bahan yang tersedia belum menunjukkan kaitan persoalan tersebut dengan kematian Presley.

Sementara itu, Departemen Pemeriksa Medis Los Angeles County belum menetapkan penyebab dan cara kematian Presley. Hasilnya masih menunggu pemeriksaan tambahan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *