Gol Mbappe Menangkan Perancis Atas Turki dalam Debut Pelatih Zidane


JAKARTA – Pemain depan Kylian Mbappe mencetak satu-satunya gol saat Perancis menang 1-0 atas Turki di pertandingan League A UEFA Nations League di Stadion Kocaeli, Izmit, Sabtu, 26 September 2026 dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi debut manis pelatih Zinedine Zidane yang menggantikan Didier Deschamps.

Laga pertama Zidane dengan hasil akhir yang melegakan.Dalam laga tandang, Perancis memang mengalami kesulitan menghadapi Turki. Namun Mbappe mampu memecah kebuntuan. Bintang Real Madrid ini membuka keunggulan Perancis setelah menerima umpan dari Michael Olise.

Mbappe yang di laga itu bermain di sisi kiri karena Ousmane Dembele yang berperan sebagai centre forward sempat mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di tiang dekat.

Ini menjadi gol ke-67 Mbappe untuk Perancis sekaligus memperkokoh posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Les Bleus.

Namun, kegembiraan Mbappe dkk tidak berlangsung lama. Setelah mencetak gol, sang kapten yang membawa Perancis memenangi Piala Dunia 2018 ini terlihat menahan rasa sakit. Ia sempat mendapat perawatan dan mencoba melanjutkan pertandingan.

Mbappe akhirnya tidak mampu meneruskan permainan. Mantan bintang Paris Saint-Germain ini terlihat menjatuhkan diri saat masih di lapangan sambil memeriksa bagian luar lutut kirinya sebelum berjalan keluar. Mbappe selanjutnya ditarik dan digantikan oleh Desire Doue.

Kondisi tersebut membuat Perancis dan Madrid menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Pemain berusia 27 ini diperkirakan akan kembali ke klub untuk menjalani penanganan cedera dan tidak bisa memperkuat Perancis di laga berikutnya.

Kemenangan atas Turki yang harus dibayar cukup mahal karena Perancis kehilangan sang kapten. Zidane mengakui kondisi Mbappe cukup mengkhawatirkan dan menegaskan tidak ingin mengambil risiko.

“Jelas ini kabar yang kurang bagus. Saya harus mengirim dia pulang lebih cepat. Kami tidak ingin mengambil risiko,” kata Zidane seperti dikutip france24.

Menurut Zidane cedera Mbappe disebabkan lututnya mengalami hiperekstensi atau menekuk ke belakang melebihi batas normal ketika melakukan tembakan.

“Dia mengalami hiperekstensi pada lutut saat melakukan tembakan. Itu tidak terlalu menggembirakan,” ujar Zidane.

Cedera Mbappe menjadi bayang-bayang di tengah keberhasilan Zidane mengawali kiprah sebagai pelatih timnas. Legenda sepak bola Perancis itu ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Deschamps pada akhir Juli. Dirinya mendapatkan kontrak hingga 2030.

Pertandingan melawan Turki juga menjadi pertandingan pertama Zidane kembali ke level elite kepelatihan setelah meninggalkan Madrid pada 2021. Sebelumnya, dia disebut-sebut bakal menangani Juventus dan Manchester United.

Namun Zidane memilih menunggu sampai akhirnya diangkat sebagai pelatih Perancis yang pernah dibawanya memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Meski kehilangan Mbappe, Zidane menilai timnya menunjukkan penampilan yang cukup menjanjikan. Ia mengaku puas dengan respons para pemain meski baru menjalani sekitar tiga setengah sesi latihan bersama.

“Ini pertandingan yang sangat emosional sekaligus debut yang sukses dalam situasi yang sulit. Saya pikir kami bermain cukup baik. Saya melihat banyak hal menarik, mengingat kami baru menjalani tiga setengah sesi latihan bersama. Ini cukup menggembirakan,” kata Zidane.

Dalam pertandingan tersebut, susunan pemain Perancis tidak banyak berubah seperti saat tampil di Piala Dunia 2026. Mereka pun bermain cukup agresif. Olise hampir membawa tim unggul pada pengujung babak pertama. Namun, tembakan kerasnya berhasil ditepis kiper Turki, Ugurcan Cakır.

Di babak kedua, Turki bermain ofensif sehingga mampu mengimbangi permainan Perancis. Bahkan tim asuhan Vincenzo Montella mendapat peluang melalui Abdulkerim Bardakci. Hanya, tendangannya bisa ditepis kiper Mike Maignan.

Perancis akhirnya memecah kebuntuan melalui Mbappe setelah satu jam pertandingan. Perancis sesungguhnya berpeluang menambah gol melaluiJules Kounde. Namun sepakannya masih membentur tiang.

Turki kemudian harus bermain dengan 10 pemain setelah Cakır mendapat kartu merah di menit 87. Sang kiper terpaksa keluar dari kotak penalti untuk menghentikan Bradley Barcola yang berlari menuju gawang.

Wasit asal Jerman, Felix Zwayer, sempat membiarkan permainan berlanjut. Namun, setelah melakukan pemeriksaan VAR, dia memutuskan Cakır melakukan handball di luar kotak penalti dan mengeluarkan kartu merah.

Meski menghadapi lawan yang kehilangan seorang pemain, tetapi Perancis tak bisa memanfaatkan keunggulan itu. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *