NHTSA Selidiki openpilot comma.ai Setelah Lima Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang


JAKARTA – Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat atau NHTSA membuka penyelidikan terhadap perangkat bantuan mengemudi purnajual milik comma.ai setelah lima kecelakaan yang melibatkan kendaraan berhenti atau melaju lambat di jalur yang sama. Dua kecelakaan tersebut menewaskan tiga orang, sementara empat dari lima kecelakaan menyebabkan 11 orang lainnya mengalami cedera.

Penyelidikan dilakukan Kantor Penyelidikan Cacat atau Office of Defects Investigation (ODI) NHTSA dan dibuka pada 21 September 2026 dengan nomor Preliminary Evaluation PE26007. Penyelidikan mencakup perangkat comma three, comma 3X, dan comma four serta perangkat lunak sumber terbuka openpilot yang digunakan pada perangkat tersebut.

NHTSA memperkirakan sekitar 30.000 perangkat dari tiga generasi tersebut berada dalam cakupan penyelidikan. Menurut badan tersebut, informasi mengenai kecelakaan diperoleh dari kombinasi laporan kecelakaan yang diajukan berdasarkan Standing General Order, pengaduan konsumen, serta komunikasi dengan kepolisian.

Dalam tinjauan awal, NHTSA telah mengonfirmasi bahwa sistem comma terpasang atau sedang aktif dalam beberapa kecelakaan. Badan tersebut menyatakan pemeriksaan awal terhadap data menunjukkan openpilot “mungkin tidak mendeteksi atau merespons kendaraan di jalurnya secara memadai”.

Salah satu kecelakaan fatal yang tercatat dalam data publik terjadi pada Februari 2026 di Ascension Parish, Louisiana. Sebuah Toyota RAV4 tahun 2022 yang dilengkapi perangkat comma menabrak kendaraan petugas tanggap darurat yang sedang berhenti di jalan raya.

Dalam laporan terkait kecelakaan tersebut, comma menyatakan perangkatnya tampaknya menjalankan perangkat lunak pihak ketiga yang bukan buatan comma. Perangkat lunak tersebut merupakan versi modifikasi atau turunan dari openpilot.

Kecelakaan lainnya terjadi pada September 2025 di Missouri. Sebuah Honda Accord tahun 2020 dengan openpilot yang terverifikasi aktif menabrak kendaraan yang sedang berhenti di jalan raya dengan kecepatan 82 mil per jam atau sekitar 132 km per jam. Seseorang dalam kecelakaan tersebut harus dirawat di rumah sakit akibat cedera serius.

Honda juga mengajukan laporan terkait kecelakaan tersebut. Mengutip laporan kepolisian dan gugatan hukum, Honda menyatakan pengemudi telah mengatur kendali jelajah pada kecepatan 80 mil per jam atau sekitar 129 km per jam sebelum tertidur.

Pada Juli 2026, sebuah Toyota Corolla tahun 2021 yang menggunakan openpilot dan dalam kondisi aktif menabrak mobil penumpang yang sedang berhenti dengan kecepatan 56 mil per jam atau sekitar 90 km per jam di jalan raya dekat Mona, Utah.

NHTSA mencatat pola serupa dalam laporan-laporan tersebut, yakni kendaraan yang menggunakan sistem bantuan mengemudi melaju di jalan raya dan kemudian menabrak kendaraan yang berhenti di jalurnya.

Dalam dokumen penyelidikan, NHTSA juga menyoroti materi pemasaran comma.ai. Badan tersebut mengutip klaim perusahaan mengenai kemampuan memberikan pengalaman berkendara tanpa tangan pada kendaraan yang sudah dimiliki konsumen, pemasangan mandiri sekitar 15 menit, serta kemampuan perangkat lunak untuk mengemudi selama berjam-jam tanpa intervensi.

Namun, ketentuan penggunaan comma.ai juga menyatakan bahwa pengemudi harus tetap waspada dan siap mengambil alih kendaraan setiap saat.

Dokumen laporan kecelakaan yang diajukan comma juga memuat penjelasan bahwa perusahaan memberikan informasi tanpa menyetujui interpretasi NHTSA atau mengakui memiliki kewajiban untuk merespons General Order tersebut.

Dalam laporan-laporan itu, comma juga menyatakan “Unknown” ketika ditanya apakah kendaraan berada dalam wilayah desain operasional sistem. Perusahaan beralasan bahwa mereka tidak membuat kendaraan maupun sistem bantuan mengemudi bawaan kendaraan.

Dalam laporan kecelakaan Honda Accord, comma menambahkan keterangan bahwa sistem kendali jelajah adaptif dijalankan oleh sistem Honda.

NHTSA juga memperhitungkan kemungkinan penggunaan versi modifikasi openpilot dalam penyelidikan. Jika sebuah turunan openpilot terlibat dalam kecelakaan, badan tersebut menyatakan akan mengevaluasi perangkat lunak tersebut dan mempertimbangkan komponen yang sama antara openpilot dan versi turunannya.

Sejumlah versi turunan openpilot yang digunakan komunitas, termasuk sunnypilot dan FrogPilot, dibangun berdasarkan model serta basis kode yang sama dengan openpilot.

Penyelidikan terbaru ini bukan kali pertama comma.ai berhadapan dengan NHTSA. Pada 2016, badan tersebut mengirimkan perintah khusus kepada pendiri comma.ai, George Hotz, terkait produk pertamanya, comma one. Hotz kemudian membatalkan produk tersebut dan comma.ai membuka sumber kode openpilot.

Perusahaan selanjutnya memasarkan perangkat kerasnya sebagai perangkat pengembangan. Kini comma.ai menyatakan perangkatnya digunakan pada lebih dari 30.000 kendaraan dengan total jarak tempuh lebih dari 400 juta mil atau sekitar 644 juta kilometer.

comma.ai juga mengklaim menjadi perusahaan dengan jumlah perjalanan tanpa tangan terbesar kedua setelah Tesla. Perangkat comma four diluncurkan pada November 2025 dengan harga US$999 atau sekitar Rp17,97 juta berdasarkan kurs Rp17.987,49 per dolar AS. Menurut situs comma.ai, perangkat tersebut mendukung lebih dari 350 model kendaraan.

Pola kecelakaan yang menjadi perhatian NHTSA juga pernah muncul dalam penyelidikan terhadap sistem Autopilot Tesla. Pada 2021, NHTSA menyelidiki kecelakaan yang melibatkan kendaraan Tesla dan kendaraan petugas tanggap darurat yang berhenti di jalan.

Penyelidikan tersebut kemudian berujung pada penarikan kembali sekitar 2 juta kendaraan Tesla untuk menambahkan peringatan kepada pengemudi.

Penyelidikan terhadap comma.ai masih berada pada tahap Preliminary Evaluation. NHTSA akan menggunakan proses tersebut untuk mengevaluasi lebih lanjut kinerja perangkat comma dan openpilot dalam mendeteksi serta merespons kendaraan yang berhenti atau melaju lambat di jalurnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *