JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan siap mengerahkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global. BI tidak hanya mengandalkan suku bunga, tetapi juga memperluas insentif lindung nilai untuk menarik pendanaan dari luar negeri.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, rupiah sempat menguat sepanjang Agustus hingga pertengahan September 2026. Namun, tekanan kembali muncul seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar global.
“Kita tetap optimistis melihat ekonomi kita ini. Kami akan all out menjaga stabilitas dari nilai tukar kita,” kata Destry dalam Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 23 September.
Destry menyebut rupiah kembali menguat pada perdagangan hari itu dan berada di level Rp17.805 per dolar AS. Ia menyampaikan penguatan sebesar 55 basis poin, tanpa merinci pembanding yang digunakan dalam perhitungan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini respons pasar juga bagus. Rupiah menguat 55 basis poin. Jadi berada di level Rp17.805 per dolar AS,” ujarnya.
Untuk menjaga rupiah, BI tidak hanya bertumpu pada BI-Rate. Bank sentral juga memperluas insentif yang dapat mengurangi biaya lindung nilai atau hedging bagi transaksi pendanaan luar negeri.
Sebelumnya, insentif pengurangan premi untuk transaksi swap lindung nilai dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) hanya mencakup aliran dana investasi portofolio dari luar negeri.
Kini, fasilitas tersebut diperluas hingga mencakup pinjaman luar negeri oleh perbankan dan investasi asing langsung. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat sektor eksternal sekaligus membantu mengurangi biaya perlindungan terhadap risiko perubahan kurs.
BI juga akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk mendorong ekspor. Salah satu langkah yang dibahas adalah menentukan komoditas unggulan yang dapat dikembangkan guna memperkuat penerimaan devisa.
“Sekarang tentunya untuk kita mendorong ekspor, kita harus berdiskusi dengan pemerintah, kira-kira komoditas unggulan apa yang bisa kita dorong ke depan,” kata Destry.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
