Pemain 5 Cm Revolusi Hati Kantongi Lisensi SSI dan PADI untuk Adegan Bawah Laut


JAKARTA – Komitmen para pemain muda dalam film 5 cm: Revolusi Hati tidak main-main. Demi melakoni adegan di kedalaman laut lepas, jajaran pemeran diwajibkan menjalani pelatihan menyelam profesional hingga mengantongi sertifikat lisensi resmi.

Aktor Wironggo Vercaemer membeberkan bahwa seluruh proses latihan renang dan menyelam tersebut difasilitasi langsung oleh rumah produksi Soraya Intercine Films jauh sebelum proses pengambilan gambar dimulai.

“Untuk workshop-nya itu kita udah ngelakuin dua kali dalam program yang berbeda. Kita memang di-provide dari tim-tim profesional di Indonesia untuk kita latihan diving, latihan scuba, dan free dive,” ujar Wironggo Vercaemer di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 22 September.

Melalui program pelatihan terstruktur itu, para bintang film ini tidak hanya sekadar belajar dasar menyelam di kolam buatan, melainkan benar-benar diuji untuk mengantongi lisensi internasional.

“Dan kita tuh sampai punya lisensi, Pak Sunil, ya? Kita dapet lisensi SSI, terus yang satu lagi yang free dive itu dapat sertifikasi PADI setahu aku,” beber Bimasena.

Bimasena menjelaskan bahwa mereka dilatih menggunakan tabung oksigen maupun teknik menyelam bebas tanpa alat bantu napas demi mempermudah manuver kamera di dalam air.

“Iya, jadi kita sempat nyoba scuba yang pakai tabung oksigen di belakang, dan kita juga coba free dive. Dua-duanya kita dapat lisensi sekarang. Jadi ketika syuting itu bener-bener gak ada halangan lagi,” lanjut Bimasena.

Disiplin dan persiapan matang diakui Bimasena membuat seluruh pemain merasa nyaman saat harus berhadapan dengan bahaya alam bawah laut.

“Pokoknya enaknya preparation syuting ala Soraya tuh kayak gitu. Pas udah syuting tuh enak tinggal terima beres, karena semuanya sebelumnya udah disiapin sama Pak Sunil dan Pak Emil. Pemain tinggal senang-senang aja,” paparnya.

Aktris Olivia Morrison menambahkan bahwa kepemilikan lisensi tersebut sangat mendongkrak rasa percaya diri para aktor ketika berakting di perairan terbuka.

“Kita kan udah punya banyak latihan berbulan-bulan sebelum syuting, jadi bener-bener siap. Walaupun kita udah punya lisensi, di set kita tetap dijaga sama rescue team dan Basarnas,” pungkas Olivia.

Terkait adegan di laut, Produser film 5 cm Revolusi Hati, Sunil Soraya menegaskan bahwa dirinya tidak banyak menggunakan efek CGI. Ia memaparkan untuk membuat adegan di laut menjadi nyata, pihaknya membuat sebuah water tank dan hydraulic system untuk efek ombak.

“Nah, Mas Emil mungkin merasa bahwa kita nggak terlalu suka CGI, gitu, kan. Jadi yang kita buat adalah tiga combination. Pertama, kita syuting laut. Kedua, kita bangun water tank, gitu. Jadi kita bangun itu hydraulic system buat wave-nya juga. CGI-nya untuk menambal hal-hal yang kekurangan atau tidak bisa tercapai dengan dengan manual, gitu. Jadi ditambah sama itu. Kita berusaha semuanya kalau bisa minimal CGI, ya,” tegas Sunil Soraya.

Bagi sang sutradara, Emil Heradi, syuting di luar ruangan punya tantangannya sendiri, salah satunya cuaca yang tidak bisa diprediksi sehingga tak bisa dipungkiri mereka sampai menambah hari syuting akibat cuaca yang tak menentu tersebut.

“Ya, seperti biasanyalah syuting eksterior, lawan kita ya matahari, hujan, matahari yang munculnya kapan, entah mendung di tengah-tengah. Cukup lumayan. Bisa kita atasilah. Paling ya kalau tantangan-tantangan yang ada sih aku tinggal nambah hari, kan Pak Sunil yang nambahin, ya,” pungkas Emil Heradi.

Film 5 Cm: Revolusi Hati sendiri akan dibintangi oleh pemain muda seperti Bimasena, Ali Fikry, Wironggo Vercaemer, Rachel Aseelah, Roman King, dan Olivia Morrison.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *