Vivo X500 Pro Resmi Meluncur, Bawa Kamera ZEISS dan Chip 2nm


JAKARTA – Vivo resmi meluncurkan seri flagship X500 yang terdiri dari Vivo X500, Vivo X500 Pro, dan Vivo X500 Pro Max, pada 21 September. Dua model Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 9600 Pro berbasis proses fabrikasi 2nm, sementara Vivo X500 menggunakan Dimensity 9600M 3nm.

Ketiga ponsel tersebut mengusung Android 17 dengan OriginOS 17. Vivo menempatkan kemampuan fotografi dan videografi sebagai fokus utama seri terbarunya melalui teknologi BlueImage Dynamic Imaging Technology Stack.

Vivo X500 Pro dan X500 Pro Max menjadi dua model yang menggunakan Dimensity 9600 Pro. Sementara itu, Vivo X500 dibekali Dimensity 9600M.

Menurut Vivo, seri flagship terbarunya dirancang untuk menghadirkan pengalaman foto dan video yang lebih baik. Perusahaan menyebut teknologi pencitraan dinamis BlueImage sebagai sistem teknologi pertama Vivo yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan tersebut.

Vivo X500 Pro Max menjadi model dengan kemampuan kamera paling tinggi dalam seri ini. Ponsel tersebut menggunakan sensor utama Sony LYTIA L910 berukuran 1/1,28 inci dengan rentang dinamis sangat tinggi hingga 17 EV.

Kamera utamanya dipadukan dengan kamera telefoto ZEISS APO beresolusi 200 megapiksel. Kamera tersebut mendukung Vivo ZEISS Telephoto Extender Gen 2 Ultra dengan kemampuan telefoto setara panjang fokus 400 milimeter.

Untuk perekaman video, Vivo X500 Pro Max mendukung video gerak lambat sinematik 4K pada 240 frame per detik serta perekaman 8K Native Live. Vivo juga menyematkan chip pencitraan V3+ dan chip pencitraan profesional VS1+ pada perangkat tersebut.

Kamera utama ZEISS TrueDynamic pada X500 Pro Max dilengkapi stabilisasi optik setara gimbal hingga tiga derajat. Kamera utama dan telefoto sama-sama mendukung stabilisasi profesional CIPA 7.0.

Vivo juga menempatkan kemampuan video sebagai salah satu peningkatan utama seri X500 Pro. Selain perekaman gerak lambat 4K 240 frame per detik, perangkat ini mendukung video TrueDynamic Log 17 EV dengan pengodean 10-bit 4:2:2 serta ACES atau Academy Color Encoding System.

Vivo bekerja sama dengan DaVinci untuk menghadirkan dukungan transformasi warna resmi. Dengan teknologi tersebut, rekaman Log dari ponsel dapat menjalani proses pewarnaan menggunakan ruang warna yang sama dengan rekaman dari kamera sinema profesional.

Vivo juga mengembangkan perangkat keras video Log profesional bersama MediaTek. Sistem tersebut mendukung keluaran langsung 4K 120 frame per detik dengan format 10-bit Log serta perekaman video potret sinematik 4K.

Seri Vivo X500 turut menghadirkan sejumlah gaya warna video sinematik baru, seperti Golden, Platinum, dan Sunny Day yang ditujukan untuk kondisi pencahayaan dengan kontras tinggi. Pilihan lainnya mencakup Paris Afterglow, Noir, dan Amber.

Mode Cinema juga tersedia dengan empat pilihan gerakan kamera sinematik, yakni Auto Framing Video, Vortex Shot, Super Slow-Mo, dan Dual View.

Vivo X500 Pro Max memiliki layar terbesar dalam seri ini. Ponsel tersebut menggunakan layar BOE Q11 berukuran 6,85 inci dengan resolusi 2K dan teknologi ZEISS Master Color Display.

Sementara itu, Vivo X500 Pro memiliki layar ZEISS Master Color Display berukuran 6,36 inci. Model ini dibekali baterai BlueVolt berkapasitas 6.510 mAh.

Vivo X500 Pro Max memiliki baterai BlueVolt yang lebih besar dengan kapasitas 8.000 mAh. Kedua model Pro juga hadir dengan Android 17 dan OriginOS 17.

Ketiga ponsel diperkenalkan dalam empat pilihan warna, yakni Sunny White, Starry Gray, Moonlit Black, dan Sunset Orange.

Vivo X500 berada satu tingkat di bawah kedua model Pro dalam hal spesifikasi. Ponsel tersebut menggunakan sensor utama Sony LYTIA 828 berukuran 1/1,28 inci, yang juga digunakan pada Vivo X300 Pro. Kamera utama tersebut dilengkapi stabilisasi optik setara gimbal.

Untuk kamera telefoto, Vivo X500 menggunakan sensor Sony LYTIA 610 dengan dukungan resolusi hingga 64 megapiksel. Kamera tersebut juga mampu merekam video gerak lambat 4K 120 frame per detik dan memiliki stabilisasi profesional CIPA 5.5.

Seri Vivo X500 saat ini telah tersedia untuk pemesanan awal di China. Penjualan resmi dijadwalkan dimulai pada 24 September 2026.

Vivo belum mengungkapkan harga masing-masing model dalam informasi peluncuran tersebut. Ketersediaan seri X500 di pasar global juga belum dikonfirmasi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *