Lula Sebut Trump Tidak Bisa Memaksakan Kehendaknya pada Negara Lain, Multilateralisme Cara Terbaik


JAKARTA – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Hari Senin mengingatkan multilateralisme adalah cara terbaik untuk keharmonisan dunia dan karenanya harus diperkuat, mengkritik pendekatan sepihak Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Berbicara dalam wawancara dengan pembawa acara CNN Christiane Amanpour, Presiden Lula mengatakan Presiden Trump berhak memimpin Amerika Serikat namun tidak negara lain, seraya menegaskan Washington harus menghormati kedaulatan bangsa-bangsa lain.

“Presiden Trump terpilih sebagai presiden AS. Dia berhak memimpin. Namun, dia tidak berhak memimpin negara lain,” ujar Presiden Lula, melansir Anadolu (22/9).

“Dia tidak berhak memaksakan kehendaknya,” lanjutnya.

“Saya ingin dihormati dan juga menunjukkan rasa hormat,” tandas Presiden Brasil.

Lebih lanjut Ia mengkritik apa yang disebut sebagai pendekatan sepihak Presiden Trump dalam urusan internasional, menyatakan berbagai negara harus memperkuat multilateralisme untuk mengatasi sengketa global.

“Cara terbaik untuk menjaga keharmonisan dunia adalah dengan memperkuat multilateralisme,” tandasnya, sebagaimana dilaporkan CNN Brasil.

Presiden Lula mengatakan pendekatan Presiden Trump didasarkan pada gagasan bahwa negara terkuat dapat memaksakan kehendaknya kepada negara lain, seraya menambahkan Ia tidak sependapat dengan pandangan tersebut.

“Dia memiliki gaya kepemimpinan: ‘Saya yang terkuat, saya yang terkaya, saya bisa melakukan segalanya dan pihak lain harus patuh.’ Itu adalah hukum yang kuat menindas yang lemah. Saya tidak setuju dengan hal itu,” tegas Presiden Lula.

Diketahui, Presiden Brasil tersebut telah berulang kali mengkritik pendekatan Presiden Trump terhadap hubungan internasional seiring meningkatnya ketegangan antara Brasilia dan Washington terkait masalah perdagangan dan tekanan AS terhadap Brasil.

Presiden Lula juga meminta AS untuk tidak mencampuri pemilihan presiden Brasil tahun 2026, dengan menegaskan urusan politik Brasil harus diputuskan oleh rakyat Brasil sendiri.

Presiden Brasil tiba di New York pada Hari Minggu menjelang sesi ke-81 Majelis Umum PBB, di mana ia dijadwalkan untuk menyampaikan pidato pembukaan pada Hari Selasa.

Wawancara ini berlangsung di tengah masih berlangsungnya sengketa antara Brasil dan AS terkait kebijakan perdagangan serta kritik Washington terhadap urusan dalam negeri Brasil.

Presiden Lula menyatakan Brasil menginginkan dialog dan negosiasi dengan AS, namun tidak akan menerima pemaksaan kehendak dari pihak luar.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *