JAKARTA – Ekspor mobil baru Jerman melemah sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Pada saat yang sama, impor mobil dari China justru melonjak tajam dan menjadikan negara itu pemasok terbesar ke pasar Jerman.
Menurut Anadolu Agency disitat Selasa, 22 September yang mengutip Kantor Statistik Federal Jerman atau Destatis, Jerman mengekspor sekitar dua juta mobil penumpang baru sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jumlah itu turun 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai ekspor juga ikut tertekan. Total ekspor mobil baru turun 8,9 persen menjadi 73,5 miliar euro atau sekitar 84,4 miliar dolar AS.
Ekspor mobil bermesin pembakaran internal, seperti mobil bensin dan diesel, turun 2,9 persen menjadi sekitar satu juta unit.
Mobil listrik juga mencatat penurunan 2,9 persen menjadi 560.000 unit. Sementara pengiriman kendaraan hibrida turun lebih dalam, yakni 8,2 persen menjadi 380.000 unit.
Inggris, Amerika Serikat, dan Italia tetap menjadi tiga tujuan utama mobil Jerman. Ketiganya menyerap 32,7 persen dari seluruh ekspor mobil baru sepanjang periode tersebut.
Pasar Amerika Serikat ikut melemah. Volume ekspor mobil Jerman ke AS turun 2,6 persen menjadi 245.000 unit. Dari sisi nilai, penurunannya lebih dalam, yakni 17,1 persen menjadi 9,6 miliar euro.
Namun, arahnya berbeda jika dilihat berdasarkan jenis kendaraan.
Pengiriman mobil bermesin pembakaran internal ke AS justru melonjak 31,7 persen. Sebaliknya, ekspor mobil listrik anjlok 56,1 persen dan kendaraan hibrida merosot 50,3 persen.
Di sisi lain, impor mobil ke Jerman meningkat. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, negara itu mendatangkan sekitar 1,3 juta mobil baru, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
China menjadi pemasok mobil baru terbesar ke Jerman. Impor dari negara tersebut melonjak 120,9 persen menjadi 175.000 unit.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
