JAKARTA – Anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Barat, Daniel Johan meminta Pemerintah meningkatkan perlindungan bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pasalnya, Karhutla masih menimbulkan berbagai dampak, termasuk kabut asap tebal Karhutla yang mempengaruhi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Penanganan korban terdampak Karhutla penting untuk dilakukan secara konsisten. Banyak warga yang hingga saat ini mengeluhkan masalah kesehatan karena kualitas udara buruk akibat kabut asap Karhutla,” ujar Daniel Johan, Senin, 21 September.
Seperti diketahui, banyak warga dilaporkan mengalami sesak napas di tengah memburuknya kualitas udara akibat Karhutla, salah satunya di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. Dinas Kesehatan Kota Pontianak menyiagakan posko oksigen gratis sebagai bentuk respons terhadap warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara.
Menurut Daniel, kejadian ini menunjukkan bahwa Karhutla tidak lagi hanya sekadar persoalan lingkungan dan telah masuk ke ruang kesehatan masyarakat. “Dalam situasi memburuknya kualitas udara akibat Karhutla, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan perlu menjadi prioritas,” katanya.
Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPR ini menyoroti soal peran negara dalam melindungi relawan yang membantu penanganan Karhutla. Daniel mengaku mendapat banyak keluhan tentang kurangnya perhatian Pemerintah kepada para relawan.
“Sekarang yang banyak berjibaku justru relawan dan masyarakat umum. Tapi urusan keamanan, kesehatan, makanan, dan alat-alat mereka seadanya saja tanpa kehadiran Negara. Saya dapat laporan, para relawan ini dibiarkan jalan sendiri padahal mereka bertaruh nyawa membantu Pemerintah untuk mengatasi Karhutla, bahkan meninggalkan rumah, keluarga dan anak-anak tapi kurang mendapat dukungan Negara,” ungkap Daniel.
Menurut Daniel, keterlibatan masyarakat dan relawan juga menjadi kekuatan penting dalam membantu pemadaman serta melindungi kawasan permukiman. “Relawan telah memberikan tenaga, waktu, dan keberanian untuk membantu masyarakat. Dukungan mereka harus dijawab dengan perlindungan yang memadai dan sistem pencegahan yang semakin kuat,” lanjutnya.
Daniel pun mendorong Pemerintah memperkuat Masyarakat Peduli Api dan kelompok relawan desa sebagai bagian tetap dari sistem pencegahan. Menurutnya, dukungan perlu diberikan sebelum musim rawan dalam bentuk pembekalan, peralatan keselamatan, dukungan operasional, jaminan kesehatan, dan koordinasi penugasan yang jelas.
“Dan relawan tidak seharusnya membiayai sendiri kebutuhan pemadaman atau bekerja dengan perlengkapan seadanya,” kata Daniel.
Daniel menuturkan, Komisi IV DPR juga meminta Pemerintah menyampaikan update berkala mengenai penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
“Keberhasilan penanganan Karhutla harus terlihat dari semakin cepatnya titik api dikendalikan, semakin kecilnya wilayah terdampak, terlindunginya masyarakat dan relawan, serta pulihnya kawasan yang terbakar. Dengan pencegahan yang kuat dan efektivitas penanggulangan bencana, perlindungan bagi masyarakat terdampak dapat lebih optimal,” pungkasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
