DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan Dinas Pariwisata Bali mengecek kabar sejumlah hotel di Pulau Dewata mulai dijual. Pendataan dilakukan bersama Dinas Pariwisata Badung dan dinas perizinan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Saya lagi menugaskan Kadis Pariwisata Bali untuk koordinasi sama Dinas Pariwisata Badung dan juga Dinas Perizinan untuk mendata mengenai informasi terkait sejumlah hotel yang dijual,” kata Koster di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Senin, 21 September.
Kabar penjualan sejumlah hotel belakangan ramai diperbincangkan. Beberapa properti akomodasi di sejumlah kabupaten disebut ditawarkan dengan harga mulai puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah.
Penjualan itu antara lain dikaitkan dengan dugaan tekanan bisnis hingga penurunan kunjungan wisatawan. Namun, Pemerintah Provinsi Bali menyatakan kondisi pariwisata saat ini masih normal dan relatif stabil.
Berdasarkan data statistik harian yang disampaikan pemerintah daerah, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sekitar 20.000 sampai 24.000 orang per hari.
Sementara wisatawan domestik berada di kisaran 12.000 hingga 14.000 orang per hari.
Koster menilai angka tersebut menunjukkan aktivitas pariwisata Bali masih berjalan baik. Karena itu, ia memperkirakan penjualan atau penutupan sejumlah hotel lebih berkaitan dengan kondisi internal perusahaan.
“Pariwisata naik kok, ini pasti kaitannya dengan bisnis mereka, sebelum-sebelumnya ada kejadian bisnisnya tidak hanya di Bali, di Balinya bagus tapi di luar Balinya dia berat, akhirnya keuntungan di sini tersedot ke sana, tidak tahan, tutup yang di sini, dijual,” ujar Koster.
Menurut Koster, ada perusahaan yang memiliki usaha di beberapa daerah. Ketika bisnis di luar Bali mengalami tekanan, keuntungan dari usaha di Bali bisa digunakan untuk menutup kerugian di tempat lain.
Pemprov Bali juga menepis dugaan bahwa hotel dijual karena kelebihan kamar akibat pembangunan akomodasi yang terlalu masif.
Koster mengatakan tingkat keterisian kamar masih terjaga selama usaha dikelola dengan baik. Untuk hotel berbintang, ia menyebut tingkat okupansi saat ini berada di kisaran 80 hingga 90 persen.
Pendataan yang dilakukan Dinas Pariwisata Bali diharapkan dapat memastikan berapa banyak hotel yang benar-benar dijual dan latar belakang bisnis di balik keputusan tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
