Morula Bangun Basis Data IVF Berbasis Riset Bersama Monash University


JAKARTA – Morula Indonesia menggandeng Monash University untuk membangun registri longitudinal hasil fertilisasi in vitro (IVF) yang akan memanfaatkan data dari jaringan klinik fertilitas Morula di seluruh Indonesia.

Diumumkan bersamaan dengan pembukaan Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di Biomedical Campus, BSD City, inisiatif ini ditujukan untuk menghasilkan pengukuran keberhasilan program bayi tabung yang lebih komprehensif dan berbasis data.

CEO PT Morula Indonesia dan Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk Ivan Rizal Sini mengatakan bahwa melalui kerja sama dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD) Monash University, Morula ingin menghadirkan transparansi yang lebih baik dalam layanan fertilitas sekaligus memperkuat fondasi riset reproduksi di Indonesia.

Berbeda dengan metode pelaporan yang umumnya mengukur keberhasilan berdasarkan tingkat kehamilan per transfer embrio, registri baru ini akan melacak setiap embrio yang dihasilkan dari satu kali pengambilan sel telur hingga mencapai kelahiran hidup.

Pendekatan tersebut menghubungkan seluruh proses dalam satu “complete ART cycle” atau siklus teknologi reproduksi berbantu secara lengkap.

Basis data yang tengah dikembangkan itu akan mengkaji berbagai indikator, mulai dari angka kelahiran hidup kumulatif dalam satu siklus ART, hasil transfer embrio segar maupun beku, capaian pada berbagai kelompok pasien, hingga waktu dan jumlah tahapan perawatan yang dibutuhkan untuk mencapai kelahiran hidup.

“Melalui kerja sama dengan Monash University, kami berharap dapat berkontribusi dalam menghadirkan bukti yang lebih kuat, transparansi yang lebih baik, serta layanan fertilitas yang didukung oleh informasi yang lebih baik di Indonesia,” kata Ivan.

Selain memperkenalkan inisiatif berbasis data tersebut, Morula juga meresmikan Morula IFC, pusat layanan fertilitas seluas 1.200 meter persegi yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Pendidikan, Teknologi, dan Kesehatan BSD City.

Klinik ini dilengkapi laboratorium IVF, fasilitas kriopreservasi yang dipantau 24 jam, serta tim multidisiplin yang mendukung layanan fertilitas dari tahap konsultasi hingga perawatan.

Morula menilai kombinasi antara pemanfaatan data longitudinal, riset internasional, dan fasilitas klinis baru dapat membantu meningkatkan kepercayaan terhadap layanan fertilitas di Indonesia.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *