Anthropic Bangun Lab Biologi, Eksperimen AI Mulai Dibawa ke Dunia Nyata


JAKARTA – Anthropic membangun laboratorium penelitian biologi di kawasan San Francisco Bay Area, Amerika Serikat. Perusahaan AI itu ingin menguji penggunaan kecerdasan buatan dalam eksperimen nyata, tidak hanya melalui simulasi atau pemrosesan data di komputer.

Antara, disitat, Sabtu, 19 September yang mengutip Engadget, keberadaan laboratorium tersebut dikonfirmasi Kepala Ilmu Hayati Anthropic Eric Kauderer-Abrams.

“Kami percaya bahwa untuk melakukan penelitian biologi, ujian terakhir masih dan akan tetap dilakukan di laboratorium nyata untuk sementara waktu,” kata Kauderer-Abrams.

Anthropic tidak menjalankan seluruh pekerjaan sendiri. Perusahaan juga bekerja sama dengan pihak eksternal jika penelitian membutuhkan fasilitas atau keahlian tambahan.

Kauderer-Abrams belum mengungkap secara rinci penelitian yang sedang dilakukan di laboratorium tersebut. Namun, Anthropic sebelumnya meluncurkan program penemuan obat bernama Claude Science pada Juni 2026.

Melalui program itu, perusahaan tertarik meneliti bidang yang dinilai kurang menarik bagi industri farmasi karena potensi keuntungan finansialnya kecil.

Meski demikian, Anthropic menegaskan laboratorium barunya tidak dibuat khusus untuk penemuan obat. Ruang lingkup penelitian disebut bisa lebih luas.

Kauderer-Abrams menilai AI berpotensi mempercepat pencarian pengobatan untuk kondisi yang selama ini sulit ditangani. Teknologi tersebut, misalnya, dapat membantu pengembangan terapi yang kompleks dan lebih tertarget.

Anthropic juga mempertimbangkan kemungkinan menggunakan Claude untuk mengendalikan robot fisik dalam melakukan eksperimen ilmiah. Namun, penerapannya masih berada pada tahap awal.

Kauderer-Abrams menegaskan pengawasan manusia tetap dibutuhkan, terutama untuk menjaga keselamatan ketika AI mulai digunakan dalam pekerjaan laboratorium.

Anthropic juga menyatakan belum menjalankan uji klinis apa pun.

Pengembangan laboratorium biologi ini berlangsung ketika penggunaan AI dalam riset ilmu hayati ikut menghadapi sorotan keamanan. Anthropic sebelumnya mengungkap telah menandai dan menghentikan sejumlah ilmuwan yang menggunakan model AI perusahaan untuk membuat potensi senjata biologis.

CEO Anthropic Dario Amodei juga pernah menyerukan perlambatan pengembangan AI tingkat lanjut untuk mengurangi risiko kehilangan kendali terhadap sistem AI yang semakin canggih.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *