
JAKARTA – Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai hunian berkonsep Transit-Oriented Development (TOD) dapat menjadi pilihan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang mengandalkan transportasi umum untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
“Sejatinya, hunian berkonsep TOD memberikan pilihan bagi masyarakat, terutama generasi muda yang menggunakan transportasi umum untuk mobilitas mereka. Generasi muda ini ialah yang bekerja di bilangan Jakarta namun enggan untuk memiliki kendaraan pribadi,” ujar Nailul dikutip Antara, Sabtu, 19 September.
Menurut Nailul, hunian TOD menjadi pilihan yang beralasan bagi generasi muda yang bekerja di perkotaan. Selain itu, generasi muda saat ini juga tidak selalu menjadikan rumah sebagai instrumen investasi karena memiliki pilihan investasi lain dalam bentuk portofolio.
Dari sisi harga, kata dia, kepemilikan hunian konvensional juga relatif sulit dijangkau oleh sebagian generasi muda.
“Sejatinya, saya berharap hunian berkonsep TOD ini bisa mengurangi biaya pengeluaran untuk first mile ataupun last mile dari perjalanan. Mereka akan lebih berhemat waktu dan biaya dan bisa digunakan untuk hal yang lain,” katanya.
Ia menambahkan, konsep TOD juga memberikan kemudahan akses mobilitas bagi masyarakat yang bekerja di perkotaan. Hunian dengan konsep tersebut umumnya dilengkapi fasilitas penunjang, seperti pusat perbelanjaan dan fasilitas publik lainnya.
Karena itu, Nailul menilai konsep TOD sesuai bagi generasi muda yang mengutamakan kepraktisan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pembangunan hunian vertikal di kawasan Manggarai, Jakarta, dapat menjadi salah satu model pengembangan perumahan perkotaan yang memadukan hunian, transportasi publik, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.
Menurut Maruarar, kolaborasi antara pemerintah dan BUMN menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat perkotaan.
Kementerian PKP berperan sebagai regulator yang menyiapkan kebijakan dan aturan, sementara PT KAI sebagai operator memiliki peran dalam pemanfaatan aset dan pembangunan.
Maruarar juga menyampaikan apresiasi kepada PT KAI atas dukungan dan sinergi dalam mendorong penyediaan hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan di kawasan perkotaan.
Pengembangan hunian berbasis TOD tersebut dirancang untuk mendekatkan masyarakat dengan transportasi publik sekaligus pusat aktivitas perkotaan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
