IHSG Diprediksi Fluktuatif, Investor Cermati Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed



JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Jumat, 18 September. Pelaku pasar akan mencermati dampak kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat oleh Federal Reserve (The Fed) serta arah kebijakan bank sentral AS selanjutnya.

Pada perdagangan Kamis, 17 September kemarin, IHSG ditutup menguat 25,58 poin atau 0,40 persen ke level 6.462,43. Penguatan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya IHSG melemah 0,38 persen ke posisi 6.436,85.

Data perdagangan menunjukkan 384 saham ditutup menguat, 244 saham melemah, dan 164 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp13,93 triliun dengan frekuensi perdagangan sekitar 1,86 juta kali transaksi dan volume saham yang diperdagangkan mencapai 28,54 miliar saham.

Sentimen eksternal masih menjadi perhatian utama setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 15-16 September 2026. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama dilakukan The Fed sejak 2023.

Pasar kini tidak hanya mencermati keputusan kenaikan suku bunga, tetapi juga pandangan The Fed mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Proyeksi terbaru mengindikasikan masih terbuka kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir tahun.

Dari pasar global, sentimen pada Kamis cenderung membaik. Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,62 persen, S&P 500 menguat 1,14 persen, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,69 persen. Penguatan tersebut didukung kenaikan saham teknologi, penurunan imbal hasil Treasury AS, serta harga minyak yang mulai mereda.

Kondisi tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham Asia, meski investor tetap perlu mencermati pergerakan dolar AS dan rupiah. Rupiah pada Kamis ditutup melemah 57 poin menjadi Rp17.753 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.696 per dolar AS.

Sementara itu, secara teknikal MNC Sekuritas melihat IHSG masih belum mampu menembus rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20. IHSG juga masih berpeluang menguji kembali area 6.290-6.370 apabila tekanan jual kembali muncul.

Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, indeks masih memiliki peluang bergerak menguat menuju rentang 6.541-6.581. MNC Sekuritas menetapkan level support pada 6.279 dan 6.201, sedangkan resistance berada di 6.585 dan 6.633.

Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama sebelumnya mengatakan, dalam jangka pendek IHSG masih berpotensi mengalami tekanan dan volatilitas tinggi setelah kenaikan suku bunga The Fed. Menurutnya, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada panduan The Fed setelah keputusan tersebut.

Ia menilai, apabila komunikasi The Fed cenderung hawkish dan membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan, tekanan terhadap rupiah dan minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, berpotensi berlanjut.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga The Fed sebenarnya telah cukup banyak diantisipasi pasar. Karena itu, dampak langsung terhadap IHSG dapat relatif terbatas apabila tidak terdapat perubahan signifikan dalam arah kebijakan bank sentral AS.

Untuk perdagangan Jumat, investor diperkirakan akan mencermati pergerakan rupiah, arus dana asing, imbal hasil obligasi pemerintah AS, harga komoditas, serta perkembangan bursa global.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih berlangsung volatil dengan area 6.370 sebagai level penting untuk dicermati. Penguatan di atas area resistance dapat membuka ruang bagi indeks untuk melanjutkan rebound, sementara tekanan jual berpotensi membawa IHSG kembali menguji area support.

Investor juga perlu mencermati perkembangan global dan domestik sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat pasar masih berada dalam fase penyesuaian terhadap perubahan arah kebijakan moneter global.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *