JAKARTA – Kekurangan cairan bukan sekadar membuat tubuh haus. Dehidrasi dapat membuat darah lebih kental, meningkatkan kerja jantung, hingga mengganggu fungsi ginjal bila dibiarkan.
Dokter spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K mengatakan sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air. Ketika cairan tubuh berkurang, sejumlah fungsi organ ikut terdampak.
“Darah mengental sehingga beban kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke seluruh organ. Hal ini bisa memicu penurunan tekanan darah dan gejala pusing,” kata Putri di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 16 September.
Menurut Putri, dehidrasi juga dapat menurunkan fungsi ginjal. Organ tersebut menjadi lebih sulit menyaring racun sekaligus meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan batu ginjal.
Dalam kondisi lebih berat, kekurangan cairan dapat berkembang menjadi kelelahan akibat panas atau heat exhaustion hingga heat stroke.
“Risiko heat exhaustion dan heat stroke yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan jiwa,” ujarnya.
Putri mengingatkan rasa haus sebenarnya sudah menjadi sinyal tubuh mulai kekurangan cairan.
Tanda lain dapat dilihat dari urine yang berubah lebih gelap dan pekat, serta frekuensi buang air kecil yang menurun.
“Warna urine lebih gelap dan pekat dan frekuensi buang air kecil menurun, kurang dari 4–5 kali sehari,” katanya.
Gejala lain meliputi sakit kepala ringan, kepala terasa melayang, tubuh cepat lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi atau brain fog, mudah tersinggung, serta mulut, bibir dan mata terasa kering.
Keinginan mendadak mengonsumsi makanan manis juga dapat muncul. Putri mengatakan kondisi itu dapat terjadi ketika hati kesulitan memecah cadangan glikogen menjadi glukosa sehingga tubuh mengirim sinyal menyerupai rasa lapar atau keinginan mengonsumsi gula.
Untuk mencegah dehidrasi, Putri menyarankan minum sebelum rasa haus muncul. Kebutuhan cairan harian dapat ditargetkan sekitar 2 hingga 2,5 liter dan ditambah ketika melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari.
Asupan cairan juga bisa diperoleh dari buah dan sayuran kaya air seperti semangka, melon, jeruk, timun dan selada, serta makanan berkuah bening.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
