JAKARTA – Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi pada Hari Rabu menolak segala rencana pengungsian paksa warga Palestina, beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel menyatakan militer akan “menyelesaikan tugasnya” di Jalur Gaza dan memindahkan warga Palestina.
Berbicara saat menerima kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Sisi “menegaskan kembali sikap tegas Mesir yang menentang pengungsian paksa rakyat Palestina atau upaya apa pun untuk melenyapkan perjuangan Palestina,” melansir Al Arabiya dari AFP (16/9).
Presiden Abbas memuji “sikap teguh” Mesir dalam pertemuan di Ittihadiya Palace, Kairo tersebut, lapor kantor berita Palestina WAFA.
Mesir memiliki satu-satunya perbatasan darat dengan Jalur Gaza yang tidak dikuasai oleh Israel.
Mereka menolak rencana untuk memindahkan lebih dari dua juta penduduk wilayah tersebut ke Semenanjung Sinai sejak tahun 2023.
Tahun lalu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan Kairo telah menolak berbagai tawaran penghapusan sebagian utang luar negerinya yang sangat besar sebagai imbalan atas izin untuk melakukan pemindahan massal penduduk ke wilayahnya.
Presiden Abbas juga memberikan informasi kepada Sisi mengenai langkah-langkah Israel di Tepi Barat yang diduduki, “terutama yang terbaru adalah pelaksanaan rencana permukiman E1, yang bertujuan memisahkan wilayah utara dan selatan” wilayah Palestina tersebut.
Rencana permukiman besar yang akan semakin memisahkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat itu telah disetujui oleh Israel tahun lalu dan menuai kecaman internasional.
Sekretaris Jenderal PBB menyatakan rencana E1 merupakan “ancaman eksistensial” bagi negara Palestina yang wilayahnya menyatu.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Hari Rabu mengatakan hanya tinggal menunggu waktu sebelum Israel kembali melancarkan perang skala penuh di Gaza, “untuk menyelesaikan tugas tersebut sehingga kami juga dapat melaksanakan rencana migrasi.”
Awal bulan ini, ia menyatakan Israel siap memindahkan warga Palestina dari Gaza melalui jalur laut dan darat, namun masih menunggu Amerika Serikat, yang menurutnya sedang membahas ke mana dua juta orang tersebut akan dipindahkan.
Terpisah, Duta Besar AS Mike Huckabee telah membantah adanya rencana untuk “memindahkan penduduk keluar dari Gaza di luar kehendak mereka.”
Diketahui, hampir seluruh penduduk Gaza telah mengungsi di dalam wilayah mereka sendiri dan sebagian besar wilayah tersebut kini hancur lebur setelah tiga tahun perang yang telah menewaskan lebih dari 73.700 warga Palestina.
Konflik terbaru di wilayah kantong Palestina itu pecah pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel yang menewaskan 1.221 orang, menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada data resmi Israel.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
