JAKARTA – Danantara disiapkan membangun industri pengolahan etanol untuk mendukung target penggunaan bahan bakar E20 dalam dua tahun mendatang. Pemerintah bahkan membuka arah jangka panjang menuju campuran E50.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembagian tugas tersebut diputuskan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 16 September.
“Danantara nanti industrinya, ya. Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu,” kata Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas.
Sementara pembangunan industri ditangani Danantara, Menteri Pertanian diminta menyiapkan rencana kebutuhan bahan baku dan lahan.
“Nah, kemudian Danantara yang akan membangun industrinya,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan produksi E20 dapat diwujudkan dala
m dua tahun. Etanol yang digunakan direncanakan sepenuhnya berasal dari produksi domestik.
“Dalam dua tahun kita harus bekerja keras. Melihat perkembangan dunia sekarang, kita harus mampu untuk menghasilkan E20,” kata Zulhas.
Tahap pertama akan difokuskan pada campuran etanol 20 persen. Pemerintah kemudian berencana meningkatkan persentasenya secara bertahap.
“Bertahap kita akan menuju E50 seperti B50, tapi yang pertama ini E20. Jangka panjang akan menuju E50,” ujarnya.
Untuk menopang produksi tersebut, pemerintah memperkirakan membutuhkan sekitar 2 juta hektare lahan tebu. Ketersediaan lahan disebut Zulhas menjadi hambatan terbesar yang harus diselesaikan.
Danantara sebelumnya juga dilibatkan pemerintah dalam agenda percepatan hilirisasi dan pengelolaan proyek strategis.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
