Israel Perkuat Pasukannya yang Menduduki Fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur


JAKARTA – Israel memperkuat pasukannya pada Hari Rabu di Pusat Pelatihan Kejuruan Qalandia milik badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki, sehari setelah menyita fasilitas tersebut, menurut otoritas Kegubernuran Yerusalem.

Penyitaan ini menuai kecaman dari para pejabat Palestina maupun internasional. UNRWA menyatakan pasukan Israel memasuki fasilitas tersebut secara paksa pada Hari Selasa, sementara badan PBB tersebut memandang pusat itu berada di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki dan dilindungi oleh hak istimewa serta kekebalan hukum PBB.

Dalam sebuah pernyataan, pihak kegubernuran menyebutkan pasukan Israel melanjutkan pengambilalihan dan pengerahan personel di dalam institut tersebut, melakukan rotasi serta menambah jumlah tentara yang ditempatkan di sana sepanjang malam hingga Rabu pagi, melansir Anadolu (26/8).

Pihak kegubernuran menambahkan, Pemerintah Kota Yerusalem mengirimkan tim teknis ke institut tersebut pada Hari Rabu dan memulai pekerjaan “pemeliharaan serta renovasi” sebagai persiapan menerima siswa, yang merupakan bagian dari rencana pembangunan kompleks pendidikan kota di lokasi tersebut.

Perkembangan ini terjadi sehari setelah pasukan Israel mengevakuasi staf dari fasilitas UNRWA, menyita kompleks tersebut, dan mengibarkan bendera Israel di halamannya.

Pasukan Israel juga dikerahkan di sekitar kamp pengungsi Qalandia dan Kafr Aqab, serta melakukan penggerebekan, penggeledahan, dan interogasi di lapangan terhadap warga Palestina.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, turut serta dalam operasi hari Selasa tersebut dan menyatakan “tidak ada tempat bagi badan tersebut di Yerusalem dan Israel.”

UNRWA telah memperingatkan selama berbulan-bulan mengenai rencana Israel yang menargetkan pusat Qalandia.

Badan tersebut menyatakan fasilitas itu menyediakan pelatihan kejuruan bagi ratusan siswa Palestina dan bahwa pelaksanaan rencana pemerintah kota yang dilaporkan tersebut akan mengharuskan pembongkaran sebagian besar bangunan pusat yang ada saat ini.

Didirikan pada tahun 1952 sebagai pusat pertama UNRWA di Palestina, institut ini melayani sekitar 270 siswa dalam 16 bidang kejuruan dan meluluskan antara 250 hingga 300 siswa setiap tahunnya.

Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan kemudian menganeksasinya dalam sebuah langkah yang tidak diakui oleh sebagian besar komunitas internasional.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *