JAKARTA – Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak pendek, tetapi media pemerintahnya tidak langsung memberitakan peluncuran tersebut. Sikap itu berbeda dari kebiasaan Pyongyang yang kerap mengumumkan uji rudal pada pagi berikutnya.
Kyodo News dikutip Jumat, 7 Agustus, melaporkan, Korean Central News Agency atau KCNA dan Rodong Sinmun hingga Jumat pukul 08.00 belum menyebut peluncuran rudal yang dilakukan sehari sebelumnya.
Namun, diamnya media pemerintah bukan pertama kali terjadi. Pyongyang sebelumnya juga pernah tidak memberitakan peluncuran yang dianggap kecil atau tidak cukup memiliki nilai propaganda.
Militer Korea Selatan mendeteksi rudal diluncurkan dari kawasan Wonsan di pesisir timur Korea Utara sekitar pukul 17.00 pada Kamis. Jarak terbang dan rincian lain belum diungkap.
Kementerian Pertahanan Jepang mencatat peluncuran terjadi sekitar pukul 17.02. Rudal diperkirakan jatuh di lepas pantai timur Korea Utara.
Tidak ada proyektil yang diyakini jatuh di zona ekonomi eksklusif Jepang. Tidak ada pula laporan kerusakan terhadap kapal maupun pesawat.
Tokyo tetap melayangkan protes keras kepada Pyongyang. Jepang menilai peluncuran itu mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan, serta masyarakat internasional, sekaligus melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut Yonhap News Agency, peluncuran dilakukan menjelang latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield yang diperkirakan berlangsung bulan ini.
Ulchi Freedom Shield merupakan latihan militer gabungan tahunan Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Pyongyang selama ini bereaksi keras terhadap latihan militer skala besar AS-Korea Selatan karena menganggapnya sebagai persiapan untuk melakukan invasi.
Peluncuran pada Kamis menjadi yang ke-10 dilakukan Korea Utara sepanjang tahun ini.
Pada akhir Juni, Kim Jong Un menyaksikan pengujian sejumlah senjata utama, termasuk sistem peluncur roket ganda dan hulu ledak rudal balistik taktis, menurut KCNA.
Sebelumnya, pada 26 Mei, Korea Utara juga meluncurkan sejumlah proyektil dari pantai baratnya, termasuk rudal balistik jarak pendek, menurut militer Korea Selatan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
