JAKARTA – Dua tentara Israel yang tewas di Lebanon selatan meninggal dunia setelah alat peledak meledak saat mereka memasuki bangunan di kota Majdal Zoun.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menerangkan para tentara tersebut sedang menjalankan operasi pembersihan untuk melumpuhkan infrastruktur Hizbullah di kota itu. Empat tentara lainnya mengalami luka serius.
Dilansir dari CNN, Kamis, 6 Agustus, IDF menyatakan pihaknya masih berupaya memastikan kapan alat peledak tersebut dipasang dan bagaimana alat itu diledakkan.
Dalam pernyataan militer Israel, insiden tersebut digambarkan sebagai “pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata” dan memicu peningkatan serangan udara Israel di sejumlah lokasi di Lebanon selatan.
Peristiwa ini juga menyebabkan para negosiator Israel dan Lebanon menghentikan lebih awal perundingan yang dimediasi AS di Roma pada hari itu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
