JAKARTA — Pemerintah telah menyetujui pelaksanaan tahap pertama proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt. Peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan proyek tersebut telah masuk tahap pelaksanaan.
“Implementasi PLTS 100 GW dalam waktu dekat akan ditandai dengan peluncuran dan groundbreaking pertama,” kata Bahlil seusai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli.
Menurut Bahlil, tahap pertama telah memperoleh persetujuan pemerintah. Presiden direncanakan meresmikan dimulainya pembangunan.
“Ini langsung sudah jalan. Tahap pertama sudah disetujui untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Bahlil belum menjelaskan besaran kapasitas pada tahap pertama, lokasi proyek, kebutuhan investasi, maupun jadwal operasi pembangkit.
Ia juga tidak mengungkap pihak yang akan mengerjakan proyek tersebut dan skema pembiayaannya.
Dalam pertemuan yang sama, Bahlil melaporkan penyelesaian program listrik desa tahun 2025 di lebih dari 1.400 desa. Program itu akan diresmikan sebelum 14 Agustus.
Anggaran kelanjutan listrik desa untuk 2026 dan 2027, kata dia, juga telah tersedia. Pemerintah kini tinggal menjalankan program tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
