JAKARTA – Sejumlah akademisi memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Mereka menilai keberhasilan pemerintah menyelesaikan 108 persoalan nasional menjadi bukti bahwa pemerintahan Prabowo mengedepankan kerja nyata dengan hasil yang terukur.
Dalam sidang kabinet tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan berbagai pencapaian pemerintah di bidang ekonomi, ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga tata kelola kekayaan negara. Berbagai capaian itu dinilai mencerminkan komitmen pemerintah dalam merealisasikan program-program prioritas sejak awal masa jabatan.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Isthifa Kemal, M.Pd, mengatakan paparan Presiden menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, bukan sekadar retorika.
“Presiden tidak sekadar berbicara harapan, tetapi menyampaikan angka konkret. Sebanyak 108 masalah nasional yang tuntas dalam kurang dari dua tahun bukan angka yang bisa dianggap enteng. Ini bukti bahwa pemerintahan Prabowo tidak menghabiskan waktu untuk sekadar janji, tetapi bekerja menghasilkan output yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan,” ujar Isthifa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/7).
Menurutnya, capaian yang disampaikan Presiden tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik maupun indikator ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Program MBG dan Investasi Jangka Panjang SDM
Isthifa secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2026.
Ia menilai MBG merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Anak yang tercukupi gizinya akan lebih siap menerima pembelajaran dan tumbuh menjadi generasi produktif. Ketika Presiden menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, beliau sedang meletakkan fondasi paling penting untuk Indonesia Emas 2045. Ini investasi jangka panjang bagi kualitas generasi bangsa,” katanya.
Selain itu, Isthifa juga mengapresiasi pesan Presiden Prabowo kepada jajaran kabinet agar tetap rendah hati atau ojo dumeh meski telah mencatat berbagai prestasi.
Menurutnya, sikap tersebut menjadi teladan kepemimpinan yang penting bagi generasi muda dalam membangun karakter bangsa.
Danantara, Hilirisasi, dan Ketahanan Pangan Jadi Sorotan
Apresiasi serupa disampaikan akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Dr. Iswadi, M.Pd. Menurutnya, Sidang Kabinet Paripurna menjadi momentum untuk melihat realisasi berbagai program yang dijanjikan Presiden Prabowo sejak awal pemerintahannya.
“Sebanyak 108 masalah nasional selesai dalam kurang dari dua tahun. Danantara berdiri sebagai lembaga kedaulatan pertama dalam sejarah bangsa dengan aset lebih dari USD 1.000 miliar. Hilirisasi 26 proyek berjalan dengan investasi Rp225 triliun dan target penyerapan lebih dari 37 ribu tenaga kerja. Ini bukan sekadar janji, melainkan realisasi,” ujarnya.
Ia juga menilai capaian pemerintah di sektor pangan dan energi menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian nasional.
Menurut Iswadi, cadangan beras nasional yang mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, peningkatan nilai tukar petani, serta implementasi biodiesel B50 yang mampu menghentikan impor solar merupakan indikator nyata keberhasilan pemerintah.
“Cadangan beras di titik tertinggi sepanjang sejarah, nilai tukar petani mencapai rekor, dan B50 yang menghentikan impor solar menunjukkan Indonesia bergerak menuju kemandirian pangan dan energi secara bersamaan. Swasembada pangan di era Presiden Prabowo merupakan pencapaian yang cepat, strategis, dan bersejarah,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan program-program prioritas pemerintah pada tahun-tahun berikutnya.
“Kombinasi eksekusi yang terukur, sikap kenegarawanan yang rendah hati, dan visi jangka panjang merupakan modal kepemimpinan yang sangat berharga. Penyelesaian 108 masalah nasional, berdirinya Danantara, percepatan hilirisasi, penguatan ketahanan pangan, serta Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau puluhan juta anak Indonesia menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutup Iswadi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
