JAKARTA – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun, Angkatan Darat Amerika Serikat akan melanjutkan pengadaan rudal generasi sebelumnya untuk sistem pertahanan udara Patriot.
CEO RTX (sebelumnya Raytheon) Christopher Calio mengatakan perusahaan telah menerima pesanan senilai hampir 20 miliar dolar AS (sekitar Rp359,2 triliun) selama kuartal kedua tahun fiskal 2026.
“Pemesanan ini termasuk lebih dari lima miliar dolar AS (sekitar Rp89,7 triliun) untuk efektor GEM-T Patriot, yang diminta oleh pelanggan internasional, dan pesanan produksi GEM-T domestik pertama kami dalam lebih dari 30 tahun,” kata Calio, seperti dikutipTWZ dilansir ANTARA dari Sputnik, Jumat, 24 Juli.
Menurut TWZ, pesanan tersebut muncul di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut terhadap persediaan pencegat pertahanan udara berkinerja tinggi AS, yang telah menipis selama konflik di Timur Tengah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
