Luasnya Pengakuan Internasional Terhadap Palestina Harus Dimanfaatkan OKI untuk Menyuarakan Perdamaian


JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI menekankan Palestina tetap menjadi perhatian Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan momentum pengakuan internasional harus dimanfaatkan untuk menyuarakan perdamaian di negara tersebut.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9).

Di tengah semakin luasnya pengakuan internasional terhadap Palestina, Indonesia mendorong OKI menggunakan momentum ini untuk memperkuat koordinasi dan kesatuan dalam menyuarakan perdamaian yang berkelanjutan di Palestina.

“Persatuan di antara negara-negara anggota OKI akan memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk menyuarakan kepentingan dunia Islam,” kata Menlu Sugiono, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Juamt (25/9).

Menlu RI menekankan Palestina tetap menjadi perhatian utama OKI.

Kekerasan yang masih dihadapi rakyat Palestina di Gaza, serta perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur oleh Israel terus menghambat upaya mewujudkan solusi dua negara.

Berlanjutnya situasi tersebut, menurut Menlu RI, tidak terlepas dari belum adanya akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel.

Ketiadaan konsekuensi memungkinkan pelanggaran terus terjadi, dengan dampak yang semakin meluas hingga mengancam stabilitas kawasan.

“Hukum internasional harus ditegakkan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban,” tegas Menlu Sugiono.

Lebih lanjut, Indonesia mendorong implementasi Peta Jalan Perdamaian di Gaza yang harus turut memperkuat persatuan nasional dan kapasitas pemerintahan Palestina.

“Upaya perdamaian perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan rakyat Palestina dalam menentukan dan mengelola masa depannya sendiri,” tandas Menlu RI.

Dalam kesempatan tersebut Menlu RI juga menyoroti pentingnya peran lebih luas OKI dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Dengan hampir dua miliar masyarakat Muslim di seluruh dunia, Menlu RI menilai OKI memiliki kekuatan kolektif yang signifikan untuk turut membentuk sistem internasional yang lebih inklusif, termasuk melalui reformasi PBB.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama negara-negara anggota OKI dibahas dalam pertemuan tersebut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *