JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menetapkan syarat baru untuk kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi, sehari setelah secara resmi menyetujuinya. Trump menyatakan Arab Saudi kini harus bergabung dengan perjanjian Abraham (Abraham Accords)
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis kesepakatan yang telah ditandatangani itu akan disetujui. Tapi Trump menyebut hal itu “sepenuhnya bergantung pada bergabungnya Arab Saudi dengan Perjanjian Abrahaman yang sangat dihormati dan sukses.”
Pada Rabu, Menteri Energi Chris Wright dan mitranya dari Arab Saudi menandatangani kesepakatan yang memberikan program nuklir sipil bagi Arab Saudi.
Kesepakatan ini telah memicu kritik dari para pejabat Israel dan diperkirakan akan mendapat sorotan tajam di Capitol Hill.
CNN sebelumnya melaporkan pemerintah sempat membiarkan kesepakatan itu tertunda selama berbulan-bulan karena kekhawatiran terkait perang Iran dan potensi penolakan dari Kongres.
Dalam unggahannya, Trump menegaskan tidak akan ada “pengayaan” material nuklir. Arab Saudi sebelumnya enggan bergabung dengan Abraham Accords—inisiatif yang dimulai pada masa jabatan pertama Trump dan diperluas pada masa jabatan keduanya untuk menjalin hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara tetangganya di Timur Tengah.
Belum jelas dampak apa yang akan ditimbulkan oleh pernyataan Trump di media sosial tersebut terhadap kesepakatan yang telah ditandatangani itu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
