JAKARTA – Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Tindakan ini merupakan langkah pertama kelompok tersebut merealisasikan ancaman mereka baru-baru ini untuk memblokade kapal-kapal Saudi.
Diulas CNN, Kamis, 23 Juli, kelompok Houthi mengidentifikasi kapal-kapal itu sebagai Encelia dan Layla. Menurut badan pelacak lalu lintas laut MarineTraffic, kedua kapal tersebut berbendera Arab Saudi.
MarineTraffic menyatakan Layla (yang diidentifikasi melalui nomor unik International Maritime Organization/IMO 9336098) tercatat sebagai kapal tanker minyak mentah yang sedang bermuatan. Sedangkan Encelia (IMO 9240172) diidentifikasi sebagai kapal tanker produk minyak yang juga sedang bermuatan.
Kapal-kapal tersebut diserang dalam insiden terpisah di lokasi sekitar 70 mil laut (sekitar 80 mil) dari lepas pantai Arab Saudi, demikian disampaikan oleh perusahaan konsultan risiko maritim Marisks pada Kamis.
Marisks menyebutkan Encelia mengalami kerusakan setelah terkena proyektil, sementara Layla juga menjadi sasaran serangan.
Citra satelit dari NASA tampaknya memperlihatkan kapal Encelia sedang terbakar di Laut Merah.
“Insiden-insiden ini tampaknya merupakan penerapan pertama dari blokade maritim terhadap Arab Saudi yang baru saja diumumkan oleh kelompok Houthi,” ujar Marisk dilansir dari CNN.
Ada risiko Houthi mungkin “memperluas penafsiran mereka mengenai ‘pelayaran yang terkait dengan Saudi’ hingga mencakup kapal-kapal berbendera asing yang berdagang dengan pelabuhan-pelabuhan Saudi, mengangkut muatan Saudi, atau beroperasi di bawah kepentingan komersial Saudi,” tambah Marisk.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan satu kapal tanker diserang di lokasi berjarak 70 mil laut (sekitar 80 mil) di barat daya kota Al Shuqaiq, Arab Saudi, namun tidak menyebutkan nama kapal tersebut.
Sementara itu, Saudi Press Agency melaporkan kapal Encelia menjadi sasaran saat berlayar di Laut Merah, yang menyebabkan kebakaran di bagian haluan kapal, dengan mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dari Otoritas Transportasi Umum.
Laporan tersebut tidak menyinggung perihal kapal Layla.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
