JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan hari ini, Kamis 2 Juli. setelah kemarin naik tipis 0,92 persen ke level 5.695,12.
Saham sektor energi membukukan kenaikan terbesar (2,61 persen), sedangkan sektor transportasi mengalami pelemahan terbesar (0,91 persen).
Indeks ditutup di area positif, meskipun pada awal perdagangan bergerak sideways menjelang dirilis sejumlah data ekonomi domestik yang cenderung memburuk dibandingkan estimasi.
Indeks S&P Global Manufacturing PMI turun di level 46,9 di Juni 2026 dari 50 di Mei 2026. Sedangkan data inflasi meningkat di level 3,34 persen di Juni 2026 dari 3,08 persen YoY pada Mei 2026, serta di atas perkiraan yang sebesar 3,2 persen YoY.
Untuk neraca perdagangan secara tak terduga mencatatkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS di Mei 2026, yang merupakan defisit pertama sejak April 2020. Rupiah ditutup melemah 0,25 persen pada level Rp17.952 per dolar AS, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia lainnya.
“IHSG secara teknikal menunjukkan bahwa Stochastic RSI mendekati area oversold namun MACD berpotensi mengalami Death Cross. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang berkonsolidasi pada kisaran 5.600-5.800,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540 pada perdagangan hari ini.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk hari ini, yakni ANTM, BIPI, BRPT dan PGAS.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
