JAKARTA – Bursa Mineral dan Komoditas Strategis atau BMKS bernama ICOMEX dijadwalkan diluncurkan pada 17 September 2026. Namun, perdagangan perdana baru ditargetkan dimulai pada 4 Januari 2027 setelah proses perizinan dan aturan pendukung selesai.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan ICOMEX pada Kamis, 17 September.
“Ada agenda yang sangat strategis, yaitu Bapak Presiden akan merencanakan ICOMEX ini tanggal 17 September nanti, hari Kamis. Hari Kamis itu akan ada peresmian ICOMEX,” kata Misbakhun dalam rapat kerja dengan Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 15 September.
Menjelang peluncuran, OJK tengah menyiapkan dua rancangan aturan. Pertama, RPOJK tentang penahapan peralihan tugas dan wewenang pengaturan serta pengawasan transaksi BMKS. Kedua, RPOJK tentang penyelenggaraan BMKS.
“Ini dalam rangka membangun kepercayaan, membangun confidence ke pasar, publik atau masyarakat bahwa apa yang menjadi mandat dari undang-undang itu kita jalankan dengan baik,” ujar Misbakhun.
Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Sarjito mengatakan kedua RPOJK ditargetkan diundangkan bersamaan dengan peluncuran ICOMEX pada 17 September.
Setelah itu, periode September hingga November 2026 akan digunakan untuk persiapan internal OJK, koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta penyusunan aturan pelaksanaan.
Izin BMKS ditargetkan terbit pada 1 Januari 2027. Perdagangan pertama melalui ICOMEX diharapkan berjalan tiga hari kemudian, yakni 4 Januari 2027.
Sarjito belum mengungkap siapa pemegang saham ICOMEX. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi pada 17 September.
“Tunggu nanti. Saya kan tidak boleh mendahului, belum announcement,” katanya.
OJK nantinya berperan mengatur dan mengawasi bursa, lembaga kliring, serta penyelesaian transaksi atau kustodian. Sementara pendaftaran peserta penjual dan pembeli menjadi kewenangan pihak bursa.
Susunan direksi ICOMEX juga belum diumumkan karena izin belum diterbitkan. Calon direksi nantinya harus menjalani uji kemampuan dan kepatutan di OJK.
“Kalau pada tanggal 4 Januari berarti ya semua ekosistemnya harus sudah jalan,” kata Sarjito.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
