Fadli Zon Dorong Pelurusan Sejarah W.R. Soepratman, Literasi Kepahlawanan Jadi Sorotan


JAKARTA — Kementerian Kebudayaan mendorong pelurusan sejarah W.R. Soepratman sekaligus memperkuat literasi kepahlawanan bagi generasi muda. Langkah ini dinilai penting karena riwayat hidup pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu masih menyisakan sejumlah perbedaan versi yang perlu ditelusuri dan didokumentasikan secara lebih utuh.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menerima keluarga W.R. Soepratman di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin, 22 Juni.

Menurut Fadli, W.R. Soepratman bukan hanya pencipta Indonesia Raya, tetapi juga tokoh yang berperan penting dalam membangkitkan semangat kebangsaan pada masa perjuangan kemerdekaan.

Karena itu, kisah hidup dan perjuangannya perlu lebih dekat dengan generasi muda.

“Riwayat hidup W.R. Soepratman patut menjadi teladan. Semangat nasionalisme, kreativitas, dan perjuangannya layak dikenal generasi penerus,” kata Fadli.

Ia mengungkapkan Kementerian Kebudayaan selama dua tahun terakhir telah menjalankan sejumlah program untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah para pahlawan. Di antaranya lomba menulis surat untuk pahlawan saat peringatan Hari Pahlawan serta pemutaran karya-karya musik W.R. Soepratman di Museum Kebangkitan Nasional.

Fadli juga mendukung upaya pemulihan sejarah terkait kehidupan W.R. Soepratman. Menurut Fadli, penulisan buku berbasis silsilah keluarga dan sumber lisan dari keluarga besar Soepratman dapat menjadi salah satu cara untuk meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang.

“Tidak hanya buku, kita juga bisa mengenang jasa beliau dengan memugar makam W.R. Soepratman, menambah monumen, hingga mengabadikan namanya pada jalan-jalan besar,” ujarnya.

Perwakilan keluarga W.R. Soepratman, Agustiani H.S., menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai edukasi mengenai pahlawan nasional perlu terus diperkuat karena menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi sejarah masyarakat.

Menurutnya, pelurusan sejarah bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga memastikan generasi mendatang memahami secara utuh sosok yang berperan dalam perjalanan bangsa.

Dalam pertemuan itu, turut dibahas berbagai peluang kerja sama untuk memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Indonesia.

Fadli menegaskan Kementerian Kebudayaan akan terus membuka ruang dialog dengan berbagai pihak dalam menyusun program pelestarian sejarah dan kebudayaan.

“Semoga ke depan ada lebih banyak agenda yang dapat memperkuat pelestarian sejarah W.R. Soepratman, termasuk literasi kepahlawanan bagi generasi muda,” kata Fadli.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *