JAKARTA – Presiden Bolivia Rodrigo Paz resmi menyatakan keadaan darurat menyusul protes anti-pemerintah dan pemblokiran jalan yang memicu krisis politik yang luas selama beberapa pekan terakhir.
Para pengunjuk rasa, yang didukung serikat pekerja dan petani, menyerukan pengunduran diri Paz di tengah tekanan ekonomi dan melonjaknya biaya hidup, menurut laporan itu.
Blokade tersebut menyebabkan kelangkaan pangan, bahan bakar, dan pasokan medis di sejumlah wilayah Bolivia serta mengganggu aktivitas ekonomi selama 50 hari terakhir.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Paz mengatakan telah memerintahkan pemberlakuan keadaan darurat untuk memulihkan akses ke jalan-jalan yang diblokir.
“Rakyat Bolivia tak boleh terus menjadi sandera blokade yang menghalangi bekerja, belajar, menerima bantuan medis, memenuhi kebutuhan diri, dan membawa makanan ke rumah-rumah,” kata Paz dilansir ANTARA, Sabtu, 20 Juni.
Menurut laporan tersebut, deklarasi keadaan darurat membuka jalan bagi pengerahan militer untuk memulihkan ketertiban di seluruh Bolivia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
