Waspada Penyakit Ginjal pada Anak, Ini Faktor Risiko yang Harus Diketahui Orang Tua


JAKARTA – Penyakit ginjal tak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga bisa dialami oleh anak-anak. Prevalensi penyakit ginjal kronis pada anak secara global diperkirakan sekitar 15-75 kasus per juta populasi anak, sedangkan insidensinya berkisar 5-18 kasus per juta anak setiap tahunnya.

Hal tersebut mengkhawatirkan karena ginjal merupakan organ vital yang memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Mulai dari mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh, mengaktifkan vitamin D untuk kesehatan tulang, menyaring zat sisa, hingga mengatur keseimbangan mineral dalam darah.

Jika terjadi gangguan pada ginjal, maka bisa mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh, menurunkan kualitas hidup, dan menggangu tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mewaspadai penyakit ginjal pada anak. Salah satu caranya adalah dengan memahami faktor risiko, untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Adapun faktor risiko penyakit ginjal pada anak adalah faktor prenatal dan perinatal, seperti anak lahir prematur, berat badan lahir rendah, paparan obat nefrotoksik saat kehamilan, hingga preeklamsia.

Faktor lainnya yaitu faktor genetik dan kongenital dengan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, penyakit komorbid seperti diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2, hipertensi, lupus, dan obesitas.

Infeksi juga termasuk faktor risiko yang diwaspadai, seperti infeksi saluran kemih (ISK) berulang pada anak. Tak hanya itu, faktor risiko lainnya yang bisa menyebabkan penyakit ginjal pada anak adalah pola hidup.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi RS Pondok Indah, dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp. A, Subsp. Nefro, mengatakan bahwa pola hidup tak sehat pada anak anak seperti konsumsi garam berlebih bisa meningkatkan risiko terkena gangguan ginjal.

“Adanya pergeseran gaya hidup ya terutama makanan yang mengandung natrium tinggi, ini menyebabkan anak obesitas. Ketika anak obesitas, maka semakin tinggi anak terkena hipertensi dan mengalami penyakit ginjal,” kata dr. Henny, saat diskusi media RSPI, di Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dokter Henny sangat menganjurkan pada orang tua untuk memahami faktor risiko penyakit ginjal pada anak tersebut dengan baik. Dengan mengetahuinya, maka orang tua bisa lebih ketat dalam menjaga kesehatan anak agar tubuh kembang mereka tidak terganggu.

“Ketika kita bicara soal penyakit ginjal anak dan ingin mencegahnya, kita harus tahu faktor risikonya apa saja. Jika kita punya anak dengan faktor risiko ini, kita jadi lebih aware dan memonitor dengan lebih ketat,” pungkas dr. Henny.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *