JAKARTA — Inflasi inti Jepang pada Mei naik 1,4 persen secara tahunan. Kenaikannya masih tertahan karena subsidi bensin ikut menekan harga energi.
Menurut laporan Kyodo News dikutip Jumat, 19 Juni, data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan indeks harga konsumen inti atau CPI inti naik 1,4 persen pada Mei. Angka ini sama dengan April dan masih berada di bawah 2 persen selama empat bulan berturut-turut.
CPI adalah indeks yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen. Dalam data ini, CPI inti tidak memasukkan harga pangan segar karena harganya mudah berubah.
Bagi Bank of Japan, angka ini penting. Bank sentral Jepang baru saja menaikkan suku bunga acuan menjadi 1,0 persen, level tertinggi dalam 31 tahun. Data inflasi menjadi salah satu bahan untuk menilai perlu tidaknya suku bunga kembali dinaikkan.
Indeks harga konsumen inti-inti, yang tidak memasukkan energi dan pangan segar untuk melihat tren harga dasar, naik 1,8 persen pada Mei.
Tekanan energi mereda. Biaya energi turun 2,5 persen secara tahunan, setelah turun 3,9 persen pada April. Harga bensin merosot 7,0 persen berkat subsidi pemerintah. Penurunan itu juga terbantu oleh berakhirnya pajak sementara atas bahan bakar pada Desember. Tagihan listrik ikut turun 2,4 persen.
Pemerintah Jepang sejak pertengahan Maret memberi subsidi kepada pedagang besar minyak. Tujuannya menahan harga eceran rata-rata bensin di sekitar 170 yen, atau sekitar 1 dolar AS per liter.
Kebijakan itu diambil ketika konflik Timur Tengah mendorong harga minyak mentah naik. Tanpa subsidi, harga energi bisa memberi tekanan lebih besar kepada rumah tangga dan dunia usaha.
Harga pangan di luar bahan segar naik 3,5 persen pada Mei. Kenaikannya melambat dari 4,1 persen pada April. Inflasi pangan juga melambat selama 10 bulan berturut-turut.
Harga beras turun 4,9 persen dan masuk zona negatif untuk pertama kalinya sejak November 2022. Kementerian menyebut harga beras memang masih tinggi, tetapi stok yang bertambah membantu menahan kenaikan.
Namun tidak semua harga turun. Biaya cat eksterior naik 4,7 persen akibat kenaikan harga bahan baku.
Kyodo News mengutip pejabat kementerian yang mengatakan sulit memastikan apakah pergerakan harga tersebut langsung dipengaruhi situasi Timur Tengah.
Data Jepang ini menunjukkan satu hal sederhana. Subsidi bensin bisa menahan inflasi dalam jangka pendek. Namun bagi bank sentral, angka inflasi tetap harus dibaca hati-hati sebelum memutuskan arah suku bunga.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
