JAKARTA – Ukraina pada Hari Kamis melancarkan serangan drone terbesar terhadap Moskow, Rusia, dalam beberapa tahun terakhir, memicu kebakaran, menghantam kilang minyak utama, dan memaksa evakuasi di bandara terbesar negara itu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, serangan itu “tanggapan yang sepenuhnya dibenarkan” terhadap serangan mematikan di Kyiv, termasuk serangan awal pekan ini terhadap katedral bersejarah dan biara abad ke-11 yang dilindungi UNESCO.
Ia mengatakan ingin rakyat Rusia menekan Presiden Putin atas konsekuensi konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
“Yang terpenting adalah rakyat Rusia mulai merasa hanya satu orang, Putin, yang melancarkan perang ini, sementara rakyat biasa yang menanggung akibatnya,” kata Presiden Zelenskyy kepada wartawan, melansir Al Arabiya dari AFP (18/6).
“Jika Ukraina akan terbakar, Moskow Anda juga akan terbakar,” tambahnya.

Ini adalah kali kedua bulan ini Kyiv melancarkan serangan besar selama KTT internasional, setelah menyerang Saint Petersburg di awal forum ekonomi penting di dekat kota tersebut.
Bandara-bandara Moskow ditutup selama berjam-jam, menyebabkan ratusan penundaan penerbangan.
Sedangkan bandara tersibuk di negara itu – Sheremetyevo – mengumumkan telah mengevakuasi penumpang ke “lokasi aman” selama serangan udara tersebut, sebelum dibuka kembali sekitar pukul 11:00 pagi waktu setempat.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa “beberapa drone” telah mencapai kilang minyak Moskow, tanpa menyebutkan kerusakan pada fasilitas tersebut.
Pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka telah menutup lalu lintas di jalan-jalan terdekat.
Drone lain jatuh ke sebuah gedung apartemen, sementara puing-puing drone memicu kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di dekat pinggiran ibu kota.

Sebuah video di media sosial memperlihatkan asap membubung dari lantai atas sebuah blok apartemen, sementara terdengar suara seorang wanita di balik kamera yang menangis pilu.
Sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh sekitar 180 drone yang mendekati Moskow, kata Sobyanin, sementara Kementerian Pertahanan melaporkan telah mencegat lebih dari 500 drone Ukraina di seluruh wilayah negara pada malam harinya.
Setidaknya 17 orang terluka dalam serangan Ukraina, yang juga membakar pusat perbelanjaan dan gedung apartemen, kata pihak berwenang.
Rusia bersumpah akan membalas serangan tersebut.
Serangan itu terjadi ketika Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin Asia Tenggara di Kota Kazan, sekitar 700 kilometer (435 mil) timur Moskow.
Kyiv sendiri telah meningkatkan serangan drone terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, menyebutnya sebagai “sanksi jarak jauh” dan menyerang kilang minyak yang mendanai kas perang Moskow.
Ini merupakan serangan kedua Ukraina terhadap kilang minyak Moskow dalam pekan ini.
Pembicaraan diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini masih menemui jalan buntu.
“Sudah waktunya perang ini berakhir, dan Rusia harus mengambil langkah-langkah diplomatik yang diperlukan,” kata Presiden Zelensky setelah serangan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
